Tepian News – Pemprov Kaltim berkomitmen dalam meningkatkan pembangunan infrastruktur guna menunjang kegiatan perekonomian, pelayanan publik dan kesehatan.
Diketahui, total panjang jalan milik provinsi provinsi sepanjang 938,85 km. Sementara kondisi jalan mantap hingga tahun 2024 baru mencapai 771,84 km (82,21 persen) dan tidak mantap sepanjang 167,01 km (17,79 persen).
Rudy Masud, Gubernur Kaltim, menargetkan seluruh ruas jalan provinsi dalam kondisi mantap pada tahun 2029.
Tahapannya, pada 2025 jalan mantap ditargetkan 804,59 km (85,70 persen). Tahun 2026 sepanjang 843,46 km (89,84 persen), tahun 2027 naik menjadi 878,95 km (93,62 persen), tahun 2028 menjadi 916,04 km (97,57 persen) dan tahun 2029 tuntas 100 persen atau sepanjang 938,85 km dalam kondisi mantap.
“Sulit mewujudkan pembangunan inklusif, merata dan berkeadilan jika jalan kita masih banyak yang rusak. Ini harus menjadi fokus kita bersama,” kata Rudy Masud.
Konektivitas harus dibangun ke semua wilayah Kalimantan Timur dengan kondisi jalan yang baik. Termasuk di daerah perbatasan dan pedalaman.
“Kita yakin konektivitas yang baik akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan memacu kemajuan daerah,” jelasnya.
Tahun 2025 ini, Pemprov Kaltim melalui Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kaltim, telah melakukan sejumlah kegiatan pembangunan jalan, turap dan jembatan dengan total anggaran kegiatan fisik Rp2.084.144.129.121 atau Rp2 triliun.
Antara lain pembangunan jalan akses Sei Nibung 1 dan Sei Nibung 2, pembangunan jalan Tering – Ujoh Bilang 1, pembangunan Jalan Tering – Ujoh Bilang 2, Pembangunan Jalan Tering – Ujoh Blang 3, Pembangunan Jalan Tering – Ujoh Bilang 4, pembangunan jalan Ujoh Bilang Long Bagun Long Pahangai,
Selain itu juga pembangunan turap/talud bronjong ruas jalan batas Kutim Talisayan 1, pembangunan turap/talud bronjong ruas jalan batas Kutim – Talisayan 2, pembangunan turap/talud/bronjong tuas jalan batas Kutim – Talisayan 3, pembangunan turap/talud/bronjong ruas jalan Talisayan Tanjung Redeb 1, pembangunan turap/talud/bronjong ruas jalan Talisayan Tanjung Redeb 2.
Selanjutnya, pembangunan turap/talud/bronjong ruas jalan Jembatan Sanga sanga – Pembangunan turap/talud/bronjong juga dilakukan untuk ruas jalan Samarinda Seberang -Jembatan Sanga sanga. Pemprov juga melakukan penataan saluran dan trotoar ruas jalan R Soeprapto Samarinda.
Di perbatasan Kalimantan Utara, Pemprov Kaltim juga membangun jalan Long Bagun – Long Boh (batas Kaltara). turap/talud/bronjong ruas jalan Simpang 4 Kaliorang – Batas Berau.
Bukan hanya membangun jalan, Pemprov Kaltim tahun ini juga melakukan perbaikan jalan-jalan yang rusak atau berlubang.
Rekonstruksi jalan antara lain dilakukan di ruas Talisayan – Tanjung Redeb, jalan batas Kutai Timur – Talisayan, rekonstruksi jalan batas Kutai Timur – Talisayan (DBH Sawit), Simpang 4 Kaliorang – batas Berau, Jalan Simpang 3 Sebulu – Muara Kaman.
Lalu jalan batas Samarinda – Simpang 3 L2, jalan Muara Badak – batas Bontang, jalan batas Samarinda – Simpang 4 Sambera.
Rekonstruksi juga dilakukan untuk Jalan Dondang – Simpang Samboja, jalan Simpang 3 Kta Bangun – Kota Bangun, Jalan Kadrie Oening, Jalan Teuku Umar, Jalan Nusyirwan Ismail (Ring Road I), Jalan Hartati, Jalan DIl Pandjaitan Il (Samarinda).
Selain itu jalan Keluang Lolo-Bekoso Sangkuriman Tanah Periuk (Paser), Jalan Letjen Urip Sumoharjo (Bontang), Jalan Batu Besaung dan Jalan Lingkar Stadion Palaran (Samarinda). (*)



