Tepian News – Momentum Hari Kartini dimanfaatkan Aulia Rahman Basri untuk meninjau langsung kondisi Lapas Perempuan Kelas IIA Tenggarong.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap pembinaan dan pemberdayaan perempuan, khususnya bagi warga binaan.
Dalam peninjauan itu, Bupati Kukar melihat berbagai program pelatihan kemandirian yang dijalankan di dalam lapas, mulai dari hidroponik, tata boga, kerajinan tangan, hingga keterampilan salon dan menjahit.
Program-program tersebut dinilai penting sebagai bekal bagi warga binaan saat kembali ke masyarakat.
“Kunjungan ini dalam rangka peringatan Hari Kartini, bertujuan memastikan proses pembinaan kemandirian bagi warga binaan berjalan optimal sebagai bekal kembali ke masyarakat,” ujar Aulia Rahman Basri.
Selain memastikan pembinaan berjalan baik, Pemkab Kukar juga berkomitmen memperkuat sarana dan prasarana di lapas.
Salah satunya dengan melanjutkan pembangunan gedung tambahan yang sebelumnya sempat tertunda akibat efisiensi anggaran.
“Kita menargetkan proyek tersebut rampung pada tahun depan guna meningkatkan kualitas sarana prasarana di Lapas,” jelasnya.
Tak hanya infrastruktur, pemerintah daerah juga menyiapkan program lanjutan berupa bantuan stimulan bagi warga binaan asal Kukar yang telah menyelesaikan masa hukuman.
Bantuan ini akan disesuaikan dengan keterampilan yang dimiliki masing-masing individu.
“Kami akan mendukung sesuai keahlian mereka, misalnya pemberian mesin jahit bagi yang memiliki keterampilan menjahit, agar mereka dapat mandiri dan produktif saat kembali ke masyarakat,” tegasnya.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Kukar dalam mendorong pemberdayaan perempuan secara inklusif, sekaligus memastikan proses reintegrasi sosial warga binaan berjalan lebih optimal. (*)



