Tepian News – Pemkot Samarinda menggelar Sidang Komisi Irigasi guna membahas dampak alih fungsi lahan terhadap irigasi dan ketahanan pangan.
Sidang Komisi Irigasi diikuti lebih dari 200 peserta yang terdiri dari pimpinan perangkat daerah, ASN, dan para petani dari berbagai daerah di Samarinda.
Hero Mardanus, Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda, mengatakan pembahasan soal alih fungsi lahan sangat relevan dengan kondisi Samarinda saat ini.
Menurutnya, isu tersebut menjadi tantangan besar yang harus ditangani bersama.
“Setiap perubahan tata ruang tanpa kendali dapat menggerus produktivitas pertanian dan mengancam pasokan pangan kota,” kata Hero Mardanus.
Hero Mardanus menyebut perubahan tata guna lahan yang tidak terkendali kini memberi tekanan serius terhadap sistem irigasi di Samarinda.
Untuk itu dirinya mendorong lahirnya rekomendasi dari pemetaan risiko, penguatan kelembagaan, hingga perlindungan lahan pertanian yang tersisa.
“Alih fungsi lahan yang terjadi seiring pertumbuhan penduduk dan perkembangan ekonomi telah mengurangi daerah resapan air,” sebutnya.
“Alih fungsi lahan juga menurunkan kapasitas jaringan irigasi, dan pada akhirnya menggerus produktivitas pertanian lokal,” tegasnya. (*)



