Tepian News – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mulai mengarahkan langkah strategis untuk mengembangkan industri kendaraan listrik roda dua (electric two wheelers/E2W) sebagai sektor unggulan baru.
Inisiatif ini diproyeksikan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Pengembangan motor listrik dinilai memiliki prospek cerah seiring meningkatnya jumlah kendaraan roda dua di Kaltim.
Berdasarkan data 2024, populasi sepeda motor di daerah ini mencapai sekitar 3,2 juta unit dan diperkirakan naik menjadi 3,8 juta unit pada 2030.
Kondisi tersebut membuka peluang besar, baik dari sisi efisiensi biaya transportasi, pengurangan emisi, hingga penciptaan lapangan kerja baru.
Pembina Industri Ahli Muda Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (DPPKUKM) Kaltim, Muhammad Entje Adhar Affan, menyebut pengembangan industri kendaraan listrik dapat mempercepat transformasi ekonomi daerah.
Menurutnya, Kaltim memiliki posisi yang sangat strategis untuk dikembangkan sebagai pusat manufaktur dan distribusi motor listrik di kawasan Indonesia Timur.
Selain berada di jalur logistik utama, Kalimantan Timur juga didukung potensi industri penunjang, seperti pengolahan mineral nikel yang menjadi bahan baku utama baterai kendaraan listrik.
Keberadaan fasilitas smelter di daerah ini dinilai berpeluang dikembangkan lebih jauh, tidak hanya sebagai penyedia bahan baku, tetapi juga mendukung industri daur ulang baterai di masa depan.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus membuka peluang usaha baru.
Affan menambahkan, pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan target penggunaan 100 persen kendaraan listrik menjadi pasar yang sangat besar bagi pelaku usaha lokal.
“Peluang itu mencakup perakitan motor dan baterai, bengkel khusus motor listrik, hingga layanan distribusi dan purna jual,” jelasnya.
Kebijakan penggunaan kendaraan listrik di kawasan IKN merupakan bagian dari upaya pemerintah menekan emisi karbon dari kendaraan berbahan bakar fosil.
Dalam rencana induk pembangunan IKN, berbagai ketentuan telah ditetapkan untuk memastikan ibu kota baru mampu mencapai target pengurangan emisi.
Komitmen pemerintah menjadikan IKN sebagai forest city yang cerdas, hijau, dan ramah lingkungan tercermin dari arah kebijakan transportasi yang diterapkan.
Ke depan, seluruh mobilitas di kawasan IKN direncanakan menggunakan moda transportasi berbasis listrik yang berkelanjutan. (*)



