Tepian News – Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Masud, meninjau langsung perkembangan pembangunan Bandara Ujoh Bilang yang berlokasi di Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu, dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke wilayah tersebut.
Peninjauan ini menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam mempercepat pembangunan infrastruktur, terutama di kawasan pedalaman, terpencil, dan terluar.
Penguatan infrastruktur menjadi fokus utama Pemprov Kaltim, mencakup pembangunan jalan, jembatan, pelabuhan, hingga bandar udara.
Rudy Masud menyampaikan bahwa pembangunan Bandara Ujoh Bilang merupakan hasil sinergi antara Pemprov Kaltim dan Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu sebagai upaya membuka akses wilayah yang selama ini relatif terisolasi, namun memiliki potensi besar di sektor sumber daya alam, pariwisata, dan ekonomi lokal.
“Bandara ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah, mempermudah mobilitas masyarakat, serta mendukung kelancaran distribusi logistik di Mahakam Ulu,” ujar Rudy Masud.
Selain menunjang aktivitas masyarakat, keberadaan bandara juga diproyeksikan mampu menarik kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, serta membuka peluang investasi baru di Kabupaten Mahakam Ulu yang dikenal sebagai Bumi Urip Keriman.
Ia menjelaskan, hingga saat ini progres pembangunan bandara menunjukkan hasil signifikan.
“Runway telah selesai dibangun dengan panjang 750 meter dan lebar 23 meter, disertai pembangunan sejumlah fasilitas penunjang,” jelasnya.
Fasilitas tersebut meliputi terminal penumpang, kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU), gedung pemadam kebakaran, rumah genset, serta rumah pompa yang seluruhnya mendukung kesiapan operasional bandara.
Untuk mendukung proyek tersebut, Pemprov Kaltim mengalokasikan anggaran melalui APBD Tahun 2025 sebesar Rp43 miliar.
“Secara keseluruhan, progres pembangunan Bandara Ujoh Bilang telah mencapai 89 persen dan masih terus dikebut sesuai rencana,” tegasnya.
Pengerjaan bandara oleh PT Awal–Kiesha KSO ditargetkan rampung pada Januari 2026 dan direncanakan akan diresmikan pada awal Februari 2026.
Adapun operasional bandara akan menunggu izin resmi dari pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan sebelum melayani penerbangan komersial. (*)



