Tepian News – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim, menargetkan pembangunan dua rumah sakit baru di Samarinda dan Kutai Barat diprediksi selesai dibangun pada 2027.
dr Jaya Mualimin, Kepala Dinkes Kaltim, mengatakan pembangunan dua rumah sakit tersebut akan menelan anggaran Rp497 miliar.
Untuk proyek revitalisasi RSUD Aji Muhammad Salehuddin II di Gelora Kadrie Oening Samarinda, dianggaran Rp200 miliar.
“Namanya tetap RSUD Aji Muhammad Salehuddin II, tapi statusnya akan naik dari kelas D menjadi kelas B,” ungkap dr Jaya Mualimin.
Peningkatan kelas rumah sakit ini akan disertai dengan pengembangan layanan utama berbasis kompetensi, termasuk pelayanan jantung dan cuci darah, sebagai bagian dari 24 layanan yang akan tersedia.
Sementara itu, pembangunan rumah sakit di Kutai Barat akan menelan biaya sebesar Rp297 miliar.
Pembangunan direncanakan berdiri di atas lahan seluas 70 hektare di Kecamatan Bongan.
“Lahan itu saat ini milik Kementerian Transmigrasi. Kami akan mengajukan pencabutan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) agar bisa dihibahkan kepada Pemprov Kaltim,” jelasnya.
Dinkes Kaltim menarget pembangunan rumah sakit di Bongan, Kubar, mulai dilaksanakan pada pertengahan 2026.
dr Jaya menyebut studi kelayakan telah selesai, dan kini tinggal menyusun Detail Engineering Design (DED).
“Perencanaan teknisnya segera difinalisasi, setelah itu kita lanjutkan ke tahap konstruksi,” tegasnya.
Dalam rangka mendukung operasional rumah sakit baru, Pemprov Kaltim juga berencana merekrut tambahan tenaga kesehatan. Saat ini, jumlah tenaga kesehatan di Kubar baru sekitar 70 orang.
“Target kami hingga 2029, tetapi semoga 2027 bisa selesai. Sampai 2030 nanti, direncanakan ada tiga rumah sakit baru di Kaltim, termasuk satu di Mahakam Ulu yang akan dibangun Kementerian Kesehatan dengan dana APBN,” pungkasnya. (*)



