Tepian News – Pemkab Berau melakukan evaluasi terhadap program penanggulangan kemiskinan daerah, dengan menggandeng Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan (PSEK) UGM dan Badan Pusat Statistik (BPS).
Gamalis, Wakil Bupati Berau, yang juga selaku Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) menyampaikan tren penurunan kemiskinan di Kabupaten Berau menunjukkan progres signifikan selama lima tahun terakhir.
Pada 2021 angka kemiskinan di Berau sebesar 6,3 persen. Tingkat kemiskinan lalu menurun pada 2024 menjadi 5,08 persen. Pada Mater 2025, BPS mencatat angka kemiskinan kembali menjadi 4,4 persen.
“Target 5 persen yang ditetapkan dalam RPJMD bukan hanya tercapai, tetapi terlampaui. Ini kemajuan besar, karena lebih dari enam ribu jiwa telah berhasil keluar dari garis kemiskinan,” ungkap Gamalis.
Selain penurunan angka kemiskinan, indeks kedalaman kemiskinan (P1) turut mengalami penurunan drastis, dari 0,95 menjadi 0,41. Indeks keparahan kemiskinan (P2) juga menurun dari 0,20 menjadi 0,07.
“Hal ini menunjukkan tidak hanya jumlah penduduk miskin yang berkurang, tetapi beban kemiskinan mereka juga semakin ringan,” jelasnya.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja konvergensi lintas sektor, melalui berbagai intervensi program, seperti perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi berbasis kampung.
Peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan, serta pembangunan infrastruktur dasar di kampung-kampung.
Meski demikian, LP2KD juga mencatat sejumlah tantangan yang masih harus diatasi. Salah satunya adalah sebaran kemiskinan yang masih terkonsentrasi di wilayah pesisir dan pedalaman.
“Kemiskinan pada kelompok perempuan dan anak juga masih tinggi, antara lain terlihat dari rendahnya partisipasi angkatan kerja perempuan dan adanya anak yang belum bersekolah di beberapa kampung,” tegasnya. (*)



