Tepian News – Keterbatasan ruang belajar dan sarana pendidikan menjadi sorotan dalam kunjungan Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Waris Muin, ke tiga sekolah satu atap di wilayah Penajam.
Dalam peninjauan tersebut, ia menemukan sejumlah ruang kelas yang dinilai belum memadai untuk menunjang proses belajar mengajar.
Sekolah yang dikunjungi meliputi SD 038, SMP 21, dan SMA 8 Penajam. Ketiganya berada dalam satu kawasan dan menggunakan sejumlah fasilitas secara bersama.
Abdul Waris Muin hadir didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU untuk memastikan kondisi sarana dan prasarana di lapangan.
Dari hasil monitoring, ditemukan keterbatasan ruang belajar yang cukup signifikan. Beberapa siswa terpaksa menggunakan ruang laboratorium maupun ruangan lain yang tidak sesuai peruntukannya sebagai tempat belajar.
Bahkan, terdapat kelas yang hanya dipisahkan sekat sederhana sehingga aktivitas belajar antar kelas saling terdengar.
“Kami melihat langsung kondisi ruang belajar yang sangat terbatas. Ada kelas yang menggunakan ruang tidak layak bahkan hanya disekat sederhana,” ujar Abdul Waris Muin saat ditemui di lokasi.
Menurutnya, kondisi tersebut tentu berdampak pada kenyamanan dan efektivitas proses pembelajaran. Ia menegaskan bahwa situasi ini memerlukan perhatian serius dari pemerintah daerah.
“Kondisi ini menunjukkan adanya keterbatasan sarana belajar yang cukup signifikan dan membutuhkan perhatian serius. Ini tentu perlu perhatian agar anak-anak kita bisa belajar dengan nyaman dan maksimal,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten PPU melalui dinas terkait akan melakukan evaluasi lebih lanjut terhadap kebutuhan infrastruktur pendidikan di kawasan sekolah satu atap tersebut, guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif bagi para siswa. (*)



