Tepian News – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,4 triliun untuk mendukung pelaksanaan Program Gratispol bantuan pendidikan pada tahun anggaran 2026.
Namun, pencairan dana tersebut masih menunggu kelengkapan data mahasiswa dari masing-masing perguruan tinggi.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setprov Kaltim, Dasmiah, mengungkapkan bahwa anggaran Program Gratispol tersebut telah dimasukkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Pemprov Kaltim dan siap direalisasikan begitu proses administrasi terpenuhi.
“Anggaran kita sudah siap. Nilainya Rp1,4 triliun, dan sudah masuk di RKA. Tinggal kita bayarkan,” ujar Dasmiah saat dikonfirmasi.
Saat ini, Pemprov Kaltim tengah meminta seluruh perguruan tinggi di wilayah Kaltim untuk segera menyerahkan data mahasiswa, baik mahasiswa baru maupun mahasiswa aktif.
Data tersebut akan digunakan untuk proses verifikasi dan validasi penerima bantuan pendidikan.
Menurut Dasmiah, batas akhir penyerahan data mahasiswa ditetapkan pada 10 Februari 2026.
Ia menegaskan, kecepatan pencairan bantuan sangat ditentukan oleh kesiapan masing-masing kampus dalam menyerahkan data yang valid dan akurat.
“Kami minta data seluruh mahasiswa di masing-masing kampus untuk kami verifikasi dan validasi. Cepat atau lambat ditransfer itu tergantung dari kampus masing-masing,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dasmiah menyampaikan bahwa pada akhir Februari 2026 pihaknya menargetkan sudah dapat melakukan prognosis anggaran.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi kelebihan anggaran yang dapat berdampak pada sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa).
“Saat ini kita menganggarkan untuk 124 ribu mahasiswa. Di akhir Februari kami sudah bisa mempraknosa karena anggarannya diperkirakan cukup, bahkan berpotensi kelebihan,” tegasnya.
Ia menambahkan, apabila terjadi kelebihan anggaran, dana tersebut harus segera dikembalikan karena berpengaruh terhadap kinerja anggaran pemerintah daerah.
“Kalau ada kelebihan harus segera dikembalikan, karena itu berpengaruh pada kinerja dan potensi Silpa,” pungkas Dasmiah. (*)



