Tepian News – Provinsi Kalimatan Timur mesti melalui jalan terjal guna mengejar target tiga besar di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 mendatang.
Muhammad Faisal, Plt Kepala Dispora Kaltim, mengatakan efisiensi anggaran daerah bakal menjadi kendala yang harus dihadapi para atlet dan pengurus cabang olahraga (cabor).
Menurutnya, situasi fiskal saat ini, yang dipengaruhi pemangkasan Dana Bagi Hasil (DBH), menuntut seluruh pihak olahraga Kaltim untuk lebih kreatif dan strategis.
“Dengan Dana Bagi Hasil (DBH) menurun ini tantangan bagi olahraga baik pengurus maupun atlet. Bagaimana caranya kita bisa mensukseskan target tiga besar PON,” kata Faisal.
Meski begitu, pihaknya optimis waktu persiapan menuju PON 2028 NTT NTB masih panjang untuk menyiapkan para atlet.
Faisal memaparkan langkah strategis pertama yang akan dilakukan Dispora Kaltim adalah memetakan kekuatan usai Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 di Paser.
“Setelah Porprov 2026, kita bisa petakan cabor mana saja yang paling berpotensi kita dorong maju ke PON 2028. Waktu persiapannya cukup, tetapi memang kendala utama kita pasti ada di anggaran,” paparnya.
Dispora Kaltim berkomitmen untuk fokus dan memprioritaskan cabor-cabor yang terbukti memiliki peluang besar menyumbangkan medali dalam jumlah signifikan.
“Prioritas kita seperti cabor renang, atletik, dan dansa sebagai lumbung medali yang akan terus dipertahankan dan didorong prestasinya,” jelasnya.
Selain cabor individual, sektor bela diri juga menjadi perhatian vital.
Berdasarkan data statistik perolehan medali Kaltim selama ini, cabor bela diri menyumbang kontribusi terbesar dan menjadi fondasi kekuatan Bumi Mulawarman di kancah nasional.
“Kalau saya lihat statistik, 60 sampai 65 persen bahkan 70 persen medali itu dihasilkan dari bela diri. Jadi kita cukup kuat di cabang bela diri,” tegasnya. (*)



