Tepian News – Konektivitas darat antara Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dan Mahakam Ulu (Mahulu) akan segera ditingkatkan.
Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) direncanakan mengganti seluruh jembatan bailey di jalur tersebut dengan jembatan permanen mulai tahun 2026.
Langkah ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalimantan Timur, Aji Muhammad Fitra Firnanda.
Ia menjelaskan, pembangunan jembatan permanen akan dilakukan di sepanjang ruas jalan Tering hingga Ujoh Bilang, termasuk jalur lanjutan menuju wilayah Mahulu.
“Kalau di akses Tering–Ujoh Bilang itu belasan jembatan bailey. Tapi kalau sampai Long Pahangai dan Long Apari total keseluruhan ada 40-an jembatan bailey,” ungkap Aji Firnanda.
Jembatan bailey sendiri diketahui merupakan jembatan rangka baja portabel yang selama ini digunakan sebagai solusi sementara, terutama di daerah dengan kondisi geografis sulit dan akses terbatas.
Seluruh jembatan bailey yang saat ini terpasang merupakan aset milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Aji Firnanda menegaskan, meski akan digantikan dengan jembatan permanen, jembatan bailey tersebut masih dalam kondisi layak pakai dan tidak akan disia-siakan.
“Jembatan-jembatan ini masih layak dan bisa dimanfaatkan untuk menghubungkan jalur darat kawasan lain di Kaltim,” jelasnya.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Masud, menyambut positif rencana BBPJN yang dinilai strategis untuk memperkuat infrastruktur di kawasan pedalaman Bumi Mulawarman.
Ia meminta proses pendataan dilakukan secara cermat agar pelaksanaan pembangunan berjalan tepat sasaran.
“Kita sudah minta Dinas PUPR untuk mendata secara valid jumlah jembatan bailey yang nantinya akan diganti dan dibangunkan jembatan lebih permanen dan kokoh,” kata Rudy Masud.
Selain itu, Rudy juga mengarahkan agar jembatan bailey yang tidak lagi digunakan di jalur Kubar–Mahulu segera dialihkan ke wilayah lain yang masih membutuhkan, terutama di daerah pelosok dengan akses terbatas.
“Segera gunakan kembali jembatan bailey ke kawasan Bongan (Kubar) menuju Sotek (Penajam Paser Utara),” tegasnya. (*)



