Tepian News – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan lokal sebagai salah satu langkah strategis mengendalikan inflasi daerah pada tahun 2026.
Wakil Bupati Paser, Ikhwan Antasari, mengatakan pemerintah daerah telah meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menajamkan penggunaan anggaran agar lebih fokus pada program yang mendukung kemandirian pangan di daerah.
“Saya telah meminta seluruh perangkat daerah di Kabupaten Paser untuk menajamkan anggaran yang berfokus pada penguatan ketahanan pangan lokal, sehingga kita lebih mandiri dan tidak terlalu bergantung pada pasokan dari luar daerah,” ujar Ikhwan Antasari.
Salah satu program unggulan yang saat ini dijalankan Pemkab Paser adalah “Paser BERAKSI” atau BeteRnak Ayam atasi gejolaK InflaSI.
Program ini difokuskan untuk menjaga stabilitas harga bahan pangan, khususnya komoditas telur ayam ras yang menjadi kebutuhan masyarakat.
Berdasarkan data pemerintah daerah, kebutuhan konsumsi telur ayam ras di Kabupaten Paser mencapai sekitar 2.268 ton per tahun untuk jumlah penduduk sekitar 309.447 jiwa.
Sementara itu, produksi telur ayam ras di daerah tersebut mengalami lonjakan signifikan hingga 2.328 ton, meningkat sekitar 96 persen dibandingkan produksi tahun 2024 yang hanya mencapai 88 ton.
Upaya stabilisasi pasokan juga diperkuat melalui kerja sama antar daerah. Pemkab Paser melalui Perumda Prima Jaya Taka Paser menjalin kolaborasi dengan Perumda Manuntung Sukses Balikpapan untuk penyediaan telur ayam ras sebanyak 3.000 butir pada tahun 2025.
Pengembangan sektor peternakan di Kabupaten Paser bahkan mendapat perhatian di tingkat nasional.
Menurut Ikhwan, daerah ini ditetapkan sebagai salah satu contoh praktik terbaik dalam pengembangan peternakan ayam petelur skala besar.
“Kabupaten Paser menjadi salah satu daerah percontohan atau best practice nasional untuk pengembangan peternakan ayam petelur skala besar yang dikelola oleh Danantara,” jelasnya.
Ia menambahkan, Kabupaten Paser juga termasuk dalam enam wilayah di Indonesia yang terpilih dalam Program Pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi.
Program tersebut telah memulai tahap awal pembangunan melalui kegiatan groundbreaking pada 6 Februari lalu di Desa Suatang.
Di sisi lain, sektor pertanian juga menunjukkan kinerja positif. Pada tahun 2025, produksi beras di Kabupaten Paser tercatat mencapai 39.350 ton, sementara kebutuhan konsumsi masyarakat sekitar 26.766 ton, sehingga terdapat surplus sebesar 12.584 ton.
Data Bulog juga mencatat penyerapan gabah dari petani di Kabupaten Paser pada tahun 2025 mencapai 1.824.309 kilogram.
Ke depan, pemerintah daerah berencana membangun fasilitas pendukung pertanian berupa dryer (pengering gabah) dan Rice Milling Unit (RMU) guna meningkatkan kualitas serta nilai tambah hasil produksi petani.
“Terkait dengan ketahanan pangan, pasokan stok pangan di Bulog selama bulan Ramadan hingga Idulfitri dalam kondisi aman dan mencukupi untuk kebutuhan masyarakat,” tegas Ikhwan. (*)



