Tepian News – Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Masud, menegaskan agar seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Kaltim tidak menjadikan ibadah puasa sebagai alasan untuk menurunkan performa kerja selama Bulan Suci Ramadan.
Menurutnya, Ramadan justru menjadi momentum penting untuk memperkuat kedisiplinan dan menjaga produktivitas, terutama dalam pelayanan publik.
“Ramadan bukan hanya meningkatkan iman dan takwa, tapi juga melatih kita berdisiplin. Jangan sampai puasa mengganggu aktivitas dan produktivitas kerja kita,” ujar Rudy Masud.
Ia menekankan, aparatur pemerintah tidak hanya diuji dalam menahan lapar dan haus, tetapi juga dalam menjaga komitmen terhadap tugas dan tanggung jawab.
Dalam kondisi berpuasa, integritas dan profesionalisme dinilai semakin terlihat.
“Justru dalam kondisi berpuasa, integritas dan profesionalisme diuji,” tegasnya.
Rudy menjelaskan, esensi Ramadan tidak sebatas ibadah ritual, melainkan juga pembentukan karakter.
Nilai-nilai seperti akhlakul karimah, ketepatan waktu, serta tanggung jawab terhadap kewajiban harus tercermin dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
“Target-target yang sudah ditetapkan harus dilaksanakan. Produktivitas tidak boleh kendor, target jangan sampai molor,” paparnya.
Ia berharap seluruh perangkat daerah tetap fokus mengejar program kerja dan capaian yang telah direncanakan.
Menurutnya, spiritualitas dan produktivitas dapat berjalan beriringan tanpa saling menghambat.
“Ramadan adalah momentum membangun keseimbangan antara ibadah dan kinerja. Antara kedisiplinan pribadi dan komitmen terhadap amanah jabatan,” pungkasnya. (*)



