Produksi Sampah Capai 600 Ton per Hari, Samarinda Terapkan Sistem Angkut Sampah Berbasis GPS

Tepian News – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mulai menerapkan sistem pengangkutan sampah berbasis Global Positioning System (GPS) sebagai langkah memperkuat tata kelola kebersihan yang lebih modern dan terukur.

Pemanfaatan teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi layanan persampahan di kota tersebut.

Langkah tersebut dilakukan seiring tingginya volume sampah harian yang dihasilkan masyarakat.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda, Muhammad Taufiq Fajar, mengungkapkan produksi sampah warga setiap hari telah melampaui angka 600 ton.

“Dalam satu hari, tim kami harus menangani lebih dari 600 ton sampah. Kondisi ini menuntut sistem pengangkutan yang optimal serta kerja ekstra dari seluruh armada kebersihan,” ujar Taufiq Fajar.

Menurutnya, optimalisasi pengelolaan sampah tidak hanya bertumpu pada kesiapan armada, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat.

Warga diimbau membuang sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) terdekat pada malam hari, mulai pukul 18.00 hingga 06.00 WITA, agar proses pengangkutan berjalan lancar.

Sejalan dengan itu, DLH Samarinda menilai penerapan sistem Smart Fleet berbasis teknologi cerdas menjadi kebutuhan mendesak.

Sistem ini mengintegrasikan Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (AI), serta telematika dalam pengelolaan armada pengangkut sampah.

“Melalui sistem ini, kendaraan dapat dipantau secara real-time, perilaku pengemudi dianalisis, perawatan armada dilakukan secara prediktif, hingga efisiensi bahan bakar dapat diukur melalui dashboard terpusat. Dengan pendekatan tersebut, produktivitas armada meningkat dan biaya operasional bisa ditekan,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Samarinda, Suparmin, menyampaikan bahwa pihaknya akan mendukung implementasi sistem tersebut secara bertahap.

Pada tahap awal, Diskominfo akan melakukan pendalaman terhadap proses bisnis dan kebutuhan operasional DLH.

“Kami akan mempelajari alur kerja DLH secara menyeluruh, kemudian dilanjutkan dengan diskusi teknis, termasuk pendataan sumber daya manusia yang terlibat dalam pengelolaan kebersihan,” kata Suparmin.

Ia menambahkan, Diskominfo juga akan menghitung kebutuhan anggaran serta menyiapkan fasilitas pendukung sebagai dasar penerapan sistem pengangkutan sampah berbasis GPS yang terintegrasi di Kota Samarinda.

“Perhitungan anggaran dan sarana penunjang ini menjadi landasan penting agar implementasi sistem dapat berjalan optimal,” tegasnya. (*)

Bagikan:

Berita Terbaru