Tepian News – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menyiapkan sistem pendidikan yang dirancang berbasis keterampilan hidup (life skills), pembentukan karakter, serta kesiapan masa depan melalui kurikulum berjenjang dan pembangunan sarana pendidikan yang tengah berlangsung di wilayah delineasi IKN.
Hal tersebut seperti yang disampaikan Deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, dalam kegiatan Sosialisasi Pendidikan bagi seluruh guru di wilayah IKN dan delineasi yang berlangsung di Loa Janan.
Kegiatan yang mengumpulkan 600 guru dari jenjang PAUD/TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK tersebut menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman, dukungan, dan keterlibatan para pendidik terhadap arah pembangunan IKN.
Alimuddin menjelaskan pendidikan di IKN dirancang tidak hanya untuk mengejar ketertinggalan, melainkan untuk melompat jauh ke depan dengan mengadopsi konsep life-based learning yang menekankan relevansi antara proses belajar dengan kehidupan nyata.
“Kurikulum pendidikan IKN dibangun secara berjenjan, mulai dari pembentukan manajemen diri di PAUD, eksplorasi lingkungan di tingkat SD, penguatan kesadaran diri di SMP, perencanaan masa depan di SMA/SMK, hingga pengembangan karier di pendidikan tinggi,” kata Alimuddin.
Oleh karena itu, khususnya para guru dituntut untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi diri.
“Kami ingin membentuk generasi yang mampu berpikir kritis, kreatif, bekerja harmonis, sekaligus memiliki karakter kuat yang relevan dengan tantangan masa depan. IKN bukan hanya tempat tinggal, tetapi ekosistem pembelajaran,” jelasnya.
Sejalan dengan pengembangan kurikulum, pembangunan fasilitas pendidikan juga terus dipercepat.
Di KIPP, Otorita IKN saat ini tengah menyelesaikan 16 ruang kelas SD, 9 ruang kelas SMP, dan 9 ruang kelas SMA sebagai bagian dari pemenuhan akses pendidikan dasar dan menengah bagi masyarakat yang akan menempati kawasan inti pemerintahan, serta seluruh masyarakat di sekitar IKN.
“Para guru di Loa Janan diharapkan dapat mengintegrasikan nilai-nilai IKN termasuk keberlanjutan, inklusivitas, teknologi, dan kepemimpinan masa depan ke dalam pembelajaran sehari-hari,” tegasnya. (*)



