Tepian News – Pemkot Samarinda tengah menyiapkan diri menghadapi penilaian Kota Layak Anak (KLA) di tahun 2025.
Mohammad Novan Syahroni Pasie, Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, mengingatkan Pemkot Samarinda, terhadap tantangan besar penilaian KLA turut dipengaruhi menjamurnya anak jalanan (Anjal).
“Ini menjadi catatan bersama dalam penilaian KLA nanti, jika satu kota masih ada Anjal tentu akan berpengaruh,” ungkap Novan, Sabtu (21/6/2025).
Dirinya menekankan Pemkot Samarinda mengambil tindakan representatif agar penanganan anak yang masih berseliweran di jalanan dapat dientaskan.
Hal ini juga merujuk pada langkah-langkah yang dilakukan secara menyeluruh, luas, dan terperinci agar tidak mempengaruhi penilaian nantinya.
“Apalagi penilaian itu mencakup 5 klaster yang harus dipenuhi untuk menetapkan standarisasi kawasan kota Samarinda layak anak,” jelasnya.
“Ini menjadi perhatian kita agar setiap instansi dapat bekerja dengan maksimal, karena ada beberapa kekurangan yang harus diselesaikan untuk memenuhi seluruh poin penilaian,” tegasnya. (adv)



