Tepian News – Libur Idulfitri 1447 Hijriah membawa dampak positif bagi aktivitas ekonomi di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Meningkatnya jumlah wisatawan yang datang untuk melihat progres pembangunan IKN turut mengerek pendapatan pelaku usaha, terutama sektor UMKM dan kuliner.
Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara, Troy Pantouw, menyebut lonjakan kunjungan masyarakat memberi efek nyata terhadap perputaran ekonomi lokal.
“Arus kunjungan masyarakat yang datang untuk melihat langsung progres pembangunan tidak hanya menciptakan keramaian, tetapi juga menguatkan aktivitas ekonomi, terutama bagi pelaku UMKM. Kami melihat bagaimana kunjungan masyarakat ke IKN telah mendorong peningkatan pendapatan masyarakat setempat,” ujarnya.
Fenomena ini dirasakan langsung oleh para pelaku usaha. Nita, pemilik Café Sepaku Empat, mengaku pendapatannya melonjak drastis pada awal Lebaran.
“Awalnya omzet sekitar Rp1,8 juta per hari. Namun, selama Lebaran hari pertama hingga ketiga, omzet meningkat signifikan menjadi sekitar Rp10 juta sampai Rp15 juta per hari,” katanya.
Ia menambahkan, produk mochi menjadi favorit pengunjung. “Meskipun proses pembuatannya cukup lama, penjualannya sangat cepat, terutama diminati oleh anak-anak,” jelasnya.
Kondisi serupa juga dialami Wahyu, pedagang dawet ayu “Bang Brewok” di Plaza Seremoni. Ia mencatat pendapatan hariannya menembus angka tinggi. “Omzet penjualan itu sekitar Rp10 sampai Rp12 juta per hari,” ungkap Wahyu.
Sementara itu, Kevin dari Rumah Makan Global di area glamping menyebut peningkatan penjualan mendorongnya memperbaiki kualitas dan kuantitas produk.
“Awalnya kami memulai dengan omzet sekitar Rp1 juta per hari. Namun, melihat tingginya antusiasme pengunjung, kami meningkatkan kualitas dan jumlah produk, sehingga omzet kini bisa melampaui Rp1 juta per hari,” ujarnya.
Tak hanya kuliner tradisional, sektor makanan modern juga ikut terdampak. Ichi, pengelola Goffee Latte dan BJ Resto, mengatakan lonjakan omzet sangat terasa saat momen libur dan event berlangsung.
“Misal liburan gini atau ada event kita bisa tembus Rp10 atau Rp15 juta, kalau ga ada event Rp2 atau Rp3 juta,” jelasnya.
Di sisi lain, pelaku usaha souvenir juga menikmati peningkatan penjualan. Dina menyebut omzetnya bisa naik hingga dua kali lipat, terutama dari penjualan pakaian khas Nusantara.
Sri Mus Mulyawati dari D’sweet Nusantara menambahkan, menu bakwan Malang menjadi daya tarik utama bagi pengunjung yang datang ke IKN.
“Rasanya (bakwan) itu bikin kangen pengunjung. Itu testimoni pengunjung sendiri. Katanya kalau ke IKN itu ingetnya bakwan malang d’sweet,” tuturnya.
Ia menyebut selama periode Lebaran omzetnya bisa mencapai angka tinggi. “Selama Lebaran, omzet bisa mencapai Rp10 sampai Rp20 juta per hari. Banyak pengunjung datang kembali karena mengingat menu kami,” tambahnya.
Menanggapi hal ini, Troy Pantouw memberikan apresiasi kepada para pelaku usaha yang telah berkontribusi menghidupkan kawasan IKN.
“Otorita IKN memberikan apresiasi kepada pelaku usaha yang sudah membuka outlet di berbagai titik di kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP) di IKN serta kepada pelaku UMKM yaitu pedagang makanan dan minuman, merchandise yang berasal dari warga sekitar,” tegasnya.
Ia juga menilai momentum ini sebagai sinyal positif bagi iklim usaha di IKN ke depan.
“Ini bukan sekadar berkah musim liburan namun juga menandai optimisme berusaha dan berinvestasi di Ibu Kota Nusantara. Kami mengajak masyarakat untuk jangan ragu-ragu memulai usaha dan berinvestasi di Ibu Kota Nusantara,” pungkasnya. (*)



