Tepian News – Upaya memenuhi kebutuhan daging sapi di Kalimantan Timur terus diperkuat. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kaltim merancang program Pengembangan Desa Korporasi Ternak (PDKT) sebagai langkah strategis meningkatkan produksi sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.
Plt Kepala DPKH Kaltim, Fadli Supiani, menyebut program tersebut menjadi salah satu solusi untuk mendorong kemandirian pangan berbasis potensi lokal.
“Program PDKT difokuskan untuk membangun kemandirian produksi daging sapi di daerah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, konsep program ini mengintegrasikan usaha peternakan dalam satu sistem berbasis desa.
Para peternak didorong untuk bergabung dalam kelompok usaha agar pengelolaan menjadi lebih terorganisir dan efisien.
Dalam implementasinya, pemerintah tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga pendampingan menyeluruh mulai dari teknik budidaya, pengelolaan pakan, hingga manajemen usaha peternakan.
“Petani dan peternak digabungkan, kemudian diberikan pemahaman terkait budidaya yang benar, pemeliharaan ternak, hingga pengelolaan pasca panen yang mampu meningkatkan nilai tambah,” jelas Fadli.
Data menunjukkan kebutuhan daging sapi di Kaltim mencapai sekitar 7.000 hingga 11.000 ton per tahun.
Namun, produksi lokal masih berada di angka 6.466 ton per tahun berdasarkan data 2024, sehingga masih terdapat selisih yang harus dipenuhi dari luar daerah.
Melalui sinergi antara petani dan peternak, DPKH Kaltim juga berupaya memastikan ketersediaan pakan tetap terjaga, sehingga produktivitas ternak dapat meningkat secara berkelanjutan.
Dengan dukungan potensi lahan yang luas dan sumber pakan melimpah, Pemerintah Provinsi Kaltim optimistis program Desa Korporasi Ternak mampu meningkatkan populasi sapi secara bertahap, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pedesaan. (*)



