Tepian News – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun SAMS Sepinggan Balikpapan memproyeksikan musim kemarau di Kalimantan Timur akan mulai berlangsung pada Juni 2026.
Prediksi ini didasarkan pada hasil pemantauan di 18 zona musim yang tersebar di wilayah tersebut.
Kepala Stasiun BMKG Kelas I SAMS Sepinggan Balikpapan, Joko Sumardiono, menyampaikan bahwa puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus mendatang.
Namun, kondisi cuaca saat ini masih menunjukkan potensi hujan di beberapa daerah.
“Puncak musim kemarau diprediksi akan berlangsung pada Agustus. Meski demikian, pada April masih terdapat sejumlah wilayah di Kalimantan Timur yang berpotensi mengalami hujan,” ujarnya.
Memasuki bulan berikutnya, intensitas hujan diperkirakan mulai menurun secara bertahap di sebagian besar wilayah.
Bahkan, pada Juni mendatang, hampir seluruh daerah di Kaltim diprediksi tidak lagi mengalami curah hujan yang signifikan.
“Bahkan, pada Juni seluruh wilayah diprediksi tidak lagi menerima curah hujan secara signifikan,” jelasnya.
Meski demikian, BMKG menilai musim kemarau tahun ini tidak akan sekeras periode ekstrem seperti saat fenomena El Niño tahun 2015.
Hujan ringan masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah meskipun sudah memasuki musim kemarau.
Dalam menghadapi kondisi tersebut, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah antisipatif.
Beberapa upaya yang disarankan antara lain mengoptimalkan ruang terbuka hijau, memanen air hujan sebagai cadangan, serta mengantisipasi potensi kebakaran.
“Di antaranya mengoptimalkan ruang terbuka hijau agar lingkungan tetap sejuk, memanfaatkan air hujan sebagai cadangan (panen hujan), serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran,” katanya.
Selain itu, warga juga diminta lebih berhati-hati dalam penggunaan api di lingkungan sehari-hari guna mencegah risiko kebakaran, termasuk tidak membuang puntung rokok sembarangan.
“Langkah-langkah ini diharapkan dapat meminimalkan dampak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada tahun ini,” tegasnya. (*)



