Kasus Campak Naik Jelang Idulfitri, Dinkes Kaltim Minta Orang Tua Pastikan Anak Sudah Divaksin

Tepian News – Menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit Campak.

Imbauan ini disampaikan menyusul meningkatnya mobilitas masyarakat selama momen mudik dan silaturahmi Lebaran.

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, Jaya Mualimin, mengingatkan para orang tua agar memastikan anak-anak telah menerima imunisasi secara lengkap sebagai langkah perlindungan utama terhadap penyakit tersebut.

“Untuk anak balita dan anak sekolah harus diberikan vaksin melalui imunisasi dasar lengkap serta imunisasi anak sekolah. Vaksin campak sendiri merupakan vaksin rutin yang wajib diberikan agar anak memiliki kekebalan terhadap penyakit tersebut,” ujar Jaya.

Imbauan tersebut sejalan dengan peringatan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang meminta seluruh daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan campak menjelang Lebaran.

Berdasarkan data hingga 23 Februari 2026, tercatat sekitar 8.810 kasus suspek campak di Indonesia dengan lima kasus kematian.

Lonjakan tersebut diperkirakan berkaitan dengan tingginya mobilitas masyarakat saat musim mudik dan perayaan hari raya.

Jaya menjelaskan bahwa peningkatan kasus campak kerap terjadi pada anak-anak yang belum mendapatkan vaksinasi.

Anak yang tidak menerima imunisasi memiliki risiko mengalami gejala yang lebih berat jika terinfeksi virus.

“Peningkatan kasus campak sering terjadi pada anak yang tidak mendapatkan vaksin. Jika mereka tertular, gejalanya bisa sangat berat. Namun pada anak yang sudah divaksin, biasanya gejalanya lebih ringan,” jelasnya.

Selain memastikan imunisasi lengkap, masyarakat juga diimbau menjaga kebersihan dan lebih berhati-hati saat berinteraksi dengan bayi maupun balita selama kegiatan silaturahmi Lebaran, karena kelompok usia tersebut lebih rentan terhadap penyakit menular.

“Kita mengajak para orang tua untuk aktif memanfaatkan layanan imunisasi di fasilitas kesehatan agar perlindungan terhadap penyakit menular pada anak dapat semakin optimal,” tegas Jaya. (*)

Bagikan:

Berita Terbaru