Tepian News – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mencatat peningkatan signifikan pada kondisi jalan provinsi sepanjang 2025.
Namun di sisi lain, alokasi anggaran infrastruktur untuk 2026 dipastikan mengalami penurunan akibat berkurangnya dana Transfer ke Daerah (TKD).
Berdasarkan data Pemprov Kaltim, persentase jalan dalam kondisi mantap pada 2024 berada di angka 82,21 persen.
Angka tersebut meningkat menjadi 85,83 persen pada 2025. Secara panjang jalan, kondisi mantap bertambah dari 771,83 kilometer pada 2024 menjadi 805,81 kilometer di 2025.
Peningkatan juga terlihat dari pembangunan jalan baru. Jika pada 2024 hanya terealisasi sekitar 4,9 kilometer, maka pada 2025 pembangunan melonjak menjadi 23,07 kilometer.
Rekonstruksi atau perbaikan rutin jalan provinsi pun meningkat dari 68,08 kilometer pada 2024 menjadi 120 kilometer di 2025.
Sementara itu, jumlah jembatan yang dibangun tetap sama seperti tahun sebelumnya, yakni enam unit.
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menegaskan pembangunan infrastruktur jalan menjadi prioritas karena berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan wilayah.
“Infrastruktur jalan adalah urat nadi pembangunan ekonomi. Kami ingin semua kawasan di Kaltim terkoneksi dengan jalan yang baik,” ujar Rudy.
Ia menambahkan, pembangunan jalan bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari komitmen menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat di seluruh daerah, termasuk wilayah pedalaman dan perbatasan.
“Sebab, esensi pembangunan adalah pemerataan, keadilan, dan kesejahteraan. Ini yang akan terus kami upayakan,” lanjutnya.
Rudy juga mengakui tantangan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah pada tahun mendatang.
Penurunan APBD akibat pemotongan TKD berpotensi memengaruhi kelanjutan sejumlah program infrastruktur.
“Upaya serius akan terus dilakukan meski tahun ini APBD Kaltim diprediksi kembali menurun akibat pemotongan dana Transfer ke Daerah (TKD),” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kaltim, Muhammad Muhran, mengungkapkan alokasi anggaran infrastruktur jalan pada 2026 diperkirakan hanya sekitar Rp400 miliar.
“Tahun ini untuk infrastruktur jalan sekitar Rp400 miliar. Dengan kondisi itu, tentu tidak semua ruas bisa ditangani,” ungkap Muhran.
Dengan capaian kemantapan jalan yang terus meningkat, Pemprov Kaltim tetap berupaya menjaga kualitas infrastruktur, meski ruang fiskal pada 2026 diprediksi lebih terbatas dibanding tahun sebelumnya. (*)



