Tepian News – Iswandi, Ketua Komisi II DPRD Samarinda, adanya temuan sejumlah merek beras diduga dioplos dan dijual dengan harga mahal diatas HET yang ditentukan.
“Isu beras oplosan sendiri ramai diperbincangkan di tingkat nasional. Modusnya, beras kualitas medium dikemas ulang dalam kemasan beras premium dan dijual dengan harga lebih tinggi,” kata Iswandi.
“Kalau kita sebut ada beras oplosan tanpa bukti, itu bisa mematikan merek tertentu. Kita tunggu saja hasil penyelidikan aparat penegak hukum. Kalau terbukti, tentu harus ada sanksi sesuai kewenangan yang berlaku,” lanjutnya.
Sementara itu, sejumlah merek beras dijual dengan harga diatas HET, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah poin pembahasan bersama Dinas Perdagangan.
“Fokusnya memastikan ketersediaan stok, mengidentifikasi penyebab kenaikan harga, dan mengantisipasi dampak beras oplosan di pasar,” sebutnya.
Menindaklanjuti isu tersebut, DPRD Samarinda akan memanggil sejumlah pihak terkait untuk mencari akar masalah sekaligus merumuskan solusi konkret.
“Kita harus tahu dulu permasalahannya apa. Apakah distribusi terhambat karena cuaca, atau ada masalah lain. Kalau memang karena permainan distributor atau agen, kita harus turun,” tegasnya. (adv)



