Harga Pangan di Kaltim Menjelang Idulfitri 2026 Relatif Stabil, Cabai dan Daging Sapi Jadi Sorotan

Tepian News – Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (DPPKUKM) Kalimantan Timur mencatat kondisi harga bahan pangan di daerah tersebut masih relatif terkendali.

Meski demikian, beberapa komoditas strategis tercatat berada di atas harga acuan dan menjadi perhatian pemerintah.

Kepala DPPKUKM Kaltim, Heni Purwaningsih, menyampaikan bahwa secara umum harga kebutuhan pokok tidak mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

“Secara umum harga beberapa komoditas masih dalam kategori stabil. Namun terdapat komoditas tertentu yang perlu menjadi perhatian karena berada di atas harga acuan atau harga eceran tertinggi,” ujar Heni Purwaningsih.

Berdasarkan data pemantauan harga, sejumlah komoditas utama masih berada pada kisaran yang relatif stabil.

Beras medium tercatat berada di angka Rp15.459 per kilogram, sedangkan beras premium mencapai Rp16.623 per kilogram.

Sementara itu, harga gula pasir berada di kisaran Rp18.842 per kilogram dan minyak goreng curah sekitar Rp17.714 per liter.

Namun demikian, beberapa komoditas hortikultura menunjukkan harga yang cukup tinggi.

Cabai rawit merah tercatat mencapai Rp74.625 per kilogram, cabai merah keriting sekitar Rp46.625 per kilogram, serta bawang merah di kisaran Rp44.983 per kilogram. Selain itu, harga daging sapi juga berada pada angka Rp158.565 per kilogram.

Dari sisi pergerakan harga harian, sebagian besar komoditas terpantau stabil. Daging ayam bahkan mengalami penurunan sekitar 0,20 persen dibandingkan hari sebelumnya. Sebaliknya, harga cabai rawit merah tercatat mengalami kenaikan sekitar 1,02 persen.

Heni menjelaskan bahwa variasi harga antar wilayah di Kalimantan Timur masih terjadi, yang dipengaruhi oleh sejumlah faktor seperti distribusi logistik, jarak antar daerah, serta ketersediaan pasokan di masing-masing kabupaten dan kota.

“Perbedaan harga antar kabupaten/kota di Kalimantan Timur juga masih terjadi, dipengaruhi oleh faktor distribusi, jarak wilayah, serta ketersediaan pasokan di masing-masing daerah,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa jika dibandingkan dengan beberapa provinsi lain seperti Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan, rata-rata harga sejumlah komoditas di Kalimantan Timur masih tergolong lebih tinggi, khususnya pada komoditas cabai dan daging sapi.

Untuk menjaga stabilitas harga menjelang hari besar keagamaan, pemerintah daerah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus melakukan berbagai langkah pengendalian inflasi, mulai dari pemantauan harga secara berkala, penguatan distribusi logistik, hingga koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota.

“Pengendalian inflasi merupakan bagian penting dalam menjaga daya beli masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya. (*)

Bagikan:

Berita Terbaru