Tepian News – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menggelar penandatanganan perjanjian kinerja bersama seluruh kepala perangkat daerah sebagai bagian dari evaluasi capaian tahun 2025.
Momentum ini dimanfaatkan Gubernur Kaltim, Rudy Masud, untuk menegaskan pentingnya percepatan program prioritas dan perencanaan yang lebih matang menghadapi 2026.
Menurut Rudy, sejumlah capaian pada 2025 masih perlu dievaluasi secara menyeluruh agar menjadi bahan pembelajaran dalam menyusun langkah perbaikan di tahun berikutnya.
“Masih banyak hal yang perlu dievaluasi dari kinerja tahun 2025 dan dijadikan refleksi untuk perbaikan pada tahun 2026,” ujar Rudy Masud.
Ia menegaskan, penandatanganan perjanjian kinerja tersebut bukan sekadar seremoni administratif.
Lebih dari itu, dokumen tersebut harus menjadi komitmen nyata bagi setiap pimpinan OPD untuk meningkatkan capaian kerja.
“Saya harap ini bukan sekadar penandatanganan pakta integritas, tetapi menjadi acuan dan komitmen untuk mencapai, bahkan melampaui, target kinerja,” tegasnya.
Gubernur yang akrab disapa Harum itu juga mengingatkan pentingnya perencanaan program yang lebih terstruktur dan realistis.
Ia meminta agar pelaksanaan program, khususnya yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik, tidak menunggu hingga pertengahan tahun.
“Jangan menunggu apa yang bisa dikerjakan, tetapi kerjakan apa yang bisa dikerjakan. Tolong jemput bola,” katanya.
Ia menambahkan, program yang sudah memiliki kesiapan anggaran harus segera dieksekusi tanpa penundaan.
“Program-program yang sudah dapat dilaksanakan dan anggarannya telah tersedia kita minta untuk segera dimulai tanpa ditunda-tunda,” lanjutnya.
Di tengah kebijakan pemotongan dana Transfer ke Daerah (TKD), Rudy mengingatkan seluruh perangkat daerah untuk lebih selektif dalam menentukan skala prioritas.
Ia menekankan agar program yang berdampak langsung bagi masyarakat tetap menjadi fokus utama.
“Program yang dibutuhkan masyarakat saya minta segera didahulukan. Jangan ditunda-tunda, seperti bidang infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan,” pungkasnya. (*)



