Tepian News – Muhammad Faisal, Plt Kepala Dinad Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, mengapresiasi pengurus Perhimpunan Pembina Kesehatan Olahraga Indonesia (PPKORI) Kaltim, yang menggelar pelatihan penanganan cedera olahraga, pencegahan doping, dan psikologi olahraga.
Diketahui, pelatihan ini digelar dalam rangka memperkuat peran tenaga kesehatan olahraga guna mendukung pembinaan dan peningkatan prestasi atlet di Bumi Mulawarman.
“Penanganan cedera olahraga, pencegahan doping, serta pendampingan psikologi olahraga merupakan faktor penting yang tidak bisa dipisahkan dari proses pembinaan atlet,” kata Muhammad Faisal.
Dalam menghadapi dinamika olahraga modern yang semakin kompetitif, baik di tingkat daerah, nasional, maupun internasional, Faisal menegaskan pembinaan olahraga tidak bisa lagi mengandalkan pola tradisional semata.
“Diperlukan pendekatan berbasis sport science, analisis data, perencanaan strategis, serta tata kelola organisasi yang efektif dan akuntabel,” jelasnya.
“Karena itulah, pelatihan ini kami pandang sangat penting sebagai wadah peningkatan kapasitas dan penyamaan persepsi di antara seluruh pemangku kepentingan olahraga prestasi,” sambungnya.
Dirinya meyakini peningkatan kapasitas sumber daya manusia keolahragaan merupakan pondasi utama dalam melahirkan atlet-atlet unggul yang mampu mengharumkan nama daerah dan bangsa.
“Prestasi bukan hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga indikator kemajuan peradaban dan kualitas sumber daya manusia,” tegasnya.
“Kami berharap PPKORI dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan olahraga, sehingga atlet Kaltim tidak hanya berprestasi, tetapi juga menjunjung tinggi sportivitas dan bebas dari praktik doping,” pungkasnya. (*)



