Cakupan Imunisasi Campak di Kaltim Masih 65 Persen, Dinkes Minta Peran Aktif Orang Tua

Tepian News – Menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan penyakit campak yang masih menjadi ancaman, khususnya bagi anak-anak.

Capaian imunisasi campak di wilayah ini dinilai belum optimal. Dari target nasional sebesar 95 persen, realisasi di Kalimantan Timur baru mencapai sekitar 65 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan masih banyak anak yang belum terlindungi dari penyakit menular tersebut.

“Masih cukup jauh cakupan kita. Sekitar 30 persen anak masih belum terjangkau imunisasi,” ujar Fit Nawati, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kaltim.

Ia menegaskan, campak merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan sangat mudah menular, terutama pada anak usia dini.

Oleh karena itu, imunisasi menjadi langkah penting dalam meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi tersebut.

“Kalau kita lihat dari gejalanya, biasanya demam, batuk, pilek, mata merah, dan dapat menimbulkan bercak-bercak merah pada kulit,” jelasnya.

Berdasarkan data Dinkes Kaltim, cakupan imunisasi pada bayi usia 9 bulan baru mencapai sekitar 62 persen, sedangkan pada usia 18 bulan sekitar 60 persen.

Sementara itu, capaian imunisasi pada anak kelas 1 SD sudah lebih tinggi, yakni sekitar 92 persen.

“Untuk anak kelas 1 SD cakupannya sudah mencapai sekitar 92 persen, karena melalui sekolah kita bisa melakukan edukasi kepada orang tua dan guru sehingga anak-anak lebih mudah mendapatkan imunisasi,” tambah Fit Nawati.

Dinkes Kaltim juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat, khususnya para orang tua, dalam memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

“Karena itu, masyarakat diimbau untuk meningkatkan daya tahan tubuh, salah satunya dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat,” tegasnya.

Selain itu, ia menyampaikan bahwa jadwal imunisasi campak kini telah diperbarui. Jika sebelumnya hanya diberikan satu kali pada usia 9 bulan, saat ini imunisasi dilakukan sebanyak tiga kali.

“Jika sebelumnya imunisasi hanya diberikan satu kali pada usia 9 bulan, saat ini imunisasi diberikan sebanyak tiga kali, yakni pada usia 9 bulan, 18 bulan, serta saat anak duduk di kelas 1 SD,” pungkasnya. (*)

Bagikan:

Berita Terbaru