Andi Harun Minta Proyek Revitalisasi Pasar Pagi Selesai September 2025

Tepian News – Pemkot Samarinda melaporkan proyek revitalisasi Pasar Pagi telah mencapai 70 persen.

Ditargetkan proyek revitalisasi Pasar Pagi akan rampung pada 25 September mendatang.

Dalam paparan kontraktor PT Raka Utama, melaporkan penyelesaian pekerjaan tinggal menyisakan pemasangan dinding dan pengecatan kios, pekerjaan pedestrian dan instalasi kelistrikan dan air bersih serta instansi lift penumpang dua unit dan pekerjaan instalasi eskalator sebanyak 20 unit.

Nantinya Pasar Pagi ini akan memiliki tujuh lantai di luar area parkir, dengan jumlah 2.588 unit kios atau ruko yang tersedia.

Selain fokus pada bangunan utama, perhatian juga diberikan pada area parkir. Diproyeksikan bangunan parkir pasar pagi bisa menampung 709 unit motor dan 105 unit mobil.

Andi Harun, Wali Kota Samarinda, menekankan agar penyelesaian rehab bisa rampung sesuai target waktu, yakni bulan September nanti.

“Ingat tidak boleh molor lagi saya minta jangan lewat dari bulan September, sebelum diresmikan kita akan ujicoba apakah bangunannya bisa dingin karena konsep awal tidak menggunakan AC,” ungkap Andi Harun.

Dirinya juga memberikan catatan kecil, untuk menyelesaikan sisa pekerjaan yang ada saat ini OPD yang bertanggung tidak boleh lagi meminta tambahan anggaran yang bersumber dari APBD perubahan.

Dia menginginkan nilai proyek Pasar Pagi yang mencapai Rp148.504 miliar ini diharapannya semua item pekerjaan sudah tercover dalam nilai anggaran tadi.

“Saya minta tolong pastikan setiap kios harus memiliki token listrik, jadi saat diresmikan nanti tidak boleh lagi ada kios yang belum memiliki instalasi listrik. Jangan ada pemanfaatan kios dari kios yang tersisa setelah dimiliki pedagang, jika ada kios sisa yang keluar itupun harus sepengetahuan saya,” tegasnya.

Andi Harun juga meminta dilakukan pendataan kembali para pedagang yang akan mendapatkan haknya untuk berjualan kembali di Pasar Pagi, hal itu demi memastikan keakuratan data.

Termasuk kios untuk pedagang emas yang mencapai 183 unit menurut Wali Kota harus divalidasi kembali.

“Kita juga mempertimbangkan pemeliharaan gedung Pasar Pagi nanti akan melibatkan pihak ketiga mencakup masalah kebersihan dan tecknikal yang berkaitan dengan tangga eskalator dan lift,” sebutnya.

“Karena fasilitas gedung ini sudah mencakup standar menengah keatas, jadi menurut saya dinas terkait tidak mungkin bisa melakukan pemeliharaan terhadap gedung ini apabila sudah beroperasi,” pungkasnya. (*)

Bagikan:

Berita Terbaru