Akses Perbatasan Digenjot, Kaltim Gandeng Swasta Bangun Jalan Mahulu–Malinau

Tepian News – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur terus mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan dengan melibatkan sektor swasta.

Salah satu proyek strategis yang tengah disiapkan adalah pembangunan jalan penghubung antara Mahakam Ulu (Kaltim) dan Malinau (Kaltara).

Gubernur Kaltim, Rudy Masud, menjelaskan bahwa proyek sepanjang 122 kilometer tersebut akan menghubungkan Ujoh Bilang hingga STA 22 di wilayah perbatasan Malinau.

Skema pembiayaan pembangunan jalan ini dirancang melalui kolaborasi dengan pihak swasta.

Tak hanya pembangunan jalan rigid, proyek ini juga mencakup pembangunan jembatan strategis di Long Bagun.

Infrastruktur tersebut diproyeksikan menjadi jalur vital lintas provinsi yang menghubungkan kawasan dari Putussibau (Kalimantan Barat) hingga Kalimantan Utara.

“Akses jalan penghubung dari Kalbar menuju Kaltim tetap diproyeksikan menggunakan kucuran dana APBN,” ujar Rudy.

Ia menambahkan, Pemprov Kaltim juga telah berkoordinasi dengan Komisi V DPR RI agar proyek di kawasan perbatasan yang berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia, dapat masuk dalam prioritas pembangunan nasional.

Selain sektor transportasi, keterlibatan swasta juga menyasar sektor energi. Salah satunya melalui rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang memanfaatkan aliran Sungai Mahakam untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di wilayah tersebut.

“Kalimantan harus diberi perhatian khusus karena ini menyangkut kedaulatan. Infrastruktur harus dibangun di sini karena perbatasan kita hanya dipisahkan patok, bukan selat,” tegasnya.

Menurut Rudy, keterbatasan infrastruktur selama ini menjadi hambatan utama, baik dalam mobilisasi personel, distribusi logistik, maupun pergerakan alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Dampaknya juga dirasakan secara ekonomi, di mana keterisolasian wilayah perbatasan memicu tingginya harga kebutuhan pokok.

Dengan pembangunan akses jalan ini, pemerintah optimistis kondisi tersebut akan membaik.

“Kita meyakini setelah akses jalan terhubung mulus, distribusi logistik akan lebih lancar, pertumbuhan ekonomi kawasan akan terpacu, dan percepatan pembangunan jaringan telekomunikasi dapat lebih mudah direalisasikan,” pungkasnya. (*)

Bagikan:

Berita Terbaru