Tepian News – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur menegaskan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang musim kemarau 2026.
Hal ini disampaikan dalam apel gabungan peringatan Hari Ulang Tahun ke-107 Pemadam Kebakaran, ke-76 Satpol PP, dan ke-64 Satlinmas yang dipusatkan di Kabupaten Paser.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menilai momentum tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam penanganan bencana.
“Ini bentuk kesiapan kita dalam menjaga keselamatan, ketertiban, dan perlindungan masyarakat. Sekaligus memperkuat sinergi dalam pencegahan dan penanggulangan bencana,” ujarnya dalam sambutan.
Ia menegaskan, tiga unsur tersebut memiliki peran berbeda namun saling melengkapi.
Pemadam kebakaran berada di garis terdepan dalam kondisi darurat, Satpol PP bertugas menjaga ketertiban umum dan menegakkan peraturan daerah, sementara Satlinmas berperan sebagai garda terdekat di tengah masyarakat.
Selain itu, capaian penanganan kebakaran di Kaltim menunjukkan tren penurunan.
Pada 2024 tercatat sebanyak 1.021 kejadian, lalu turun menjadi 750 kejadian pada 2025. Meski begitu, sejumlah wilayah seperti Samarinda, Balikpapan, dan Kutai Kartanegara masih menjadi fokus perhatian.
“Capaian ini patut disyukuri, namun kita tidak boleh lengah. Upaya pencegahan dan respon cepat harus terus ditingkatkan,” tegas Seno.
Pemerintah Provinsi Kaltim juga terus mendorong penguatan kelembagaan pemadam kebakaran di daerah, termasuk peningkatan sarana dan prasarana serta pembentukan dinas yang lebih mandiri.
“Kita juga mengajak seluruh jajaran untuk terus memperkuat sinergi dan profesionalisme dalam menjaga keselamatan masyarakat,” pungkasnya. (*)



