Tepian News – Lonjakan kunjungan masyarakat ke Ibu Kota Nusantara (IKN) terjadi selama libur Lebaran Idulfitri 2026. Otorita IKN mencatat sebanyak 352.102 orang mengunjungi kawasan tersebut dalam periode 18 hingga 29 Maret 2026.
Tak hanya itu, total kendaraan yang masuk ke kawasan IKN mencapai 80.105 unit, mulai dari sepeda motor, mobil, hingga bus.
Tingginya angka ini menunjukkan besarnya minat publik untuk melihat langsung progres pembangunan ibu kota baru Indonesia.
Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik sekaligus juru bicara, Troy Pantouw, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran kunjungan masyarakat.
“Kami berterima kasih untuk semua pihak yang turut menyukseskan pelayanan kunjungan masyarakat ke Ibu Kota Nusantara selama periode libur panjang ini. Bersama-sama, mari kita membangun dan menata kota ini. Kami juga memohon masukan dan maaf bilamana ada kekurangan dalam pelayanan kunjungan liburan panjang di bulan Maret 2026 ini,” ujarnya.
Selama periode tersebut, sejumlah titik menjadi pusat keramaian pengunjung, seperti kawasan Istana Negara, Masjid Negara IKN, Jembatan Kaca di area glamping, Bendungan Sepaku Semoi, hingga Taman Kusuma Bangsa.
Selain itu, Plaza Seremoni dan Plaza Bhinneka juga menjadi pusat aktivitas publik dengan dukungan fasilitas kuliner, ruang interaksi, hingga hiburan.
Pengunjung tidak hanya menyaksikan pembangunan, tetapi juga memanfaatkan berbagai fasilitas publik yang tersedia.
Sentra Massa, misalnya, menjadi salah satu destinasi edukatif yang menyajikan mini teater, maket pembangunan, hingga pusat kendali mini IKN.
Di sisi lain, kawasan glamping dan Embung MBH menawarkan pengalaman wisata berbasis alam yang dipadukan dengan konsep ruang terbuka modern.
Untuk mendukung kenyamanan, Otorita IKN juga menghadirkan layanan berbasis digital melalui aplikasi IKNOW, yang memungkinkan pengunjung mengakses informasi hingga menggunakan tombol darurat jika mengalami kendala.
Di tengah tingginya kunjungan, petugas lapangan menghadapi berbagai dinamika, mulai dari membantu pengunjung yang terpisah dari rombongan hingga kehilangan barang.
Salah satu petugas keamanan, Sri Wahyuni, mengungkapkan pengalaman unik selama bertugas.
“Momen unik tentunya ada. Salah satunya itu, ada orang tua yang mencari keberadaan anaknya atau kita yang diminta untuk membantu mencari barangnya yang hilang,” tuturnya.
Antusiasme juga datang dari wisatawan mancanegara. Michael De Jong, turis asal Belanda, mengapresiasi konsep pembangunan IKN yang dinilai menggabungkan modernitas dengan kelestarian lingkungan.
“Arsitektur yang indah, bersih, dan nyaman untuk berjalan-jalan. Dan ini luar biasa, bahwa ada kota yang dibangun di tengah-tengah hutan, apalagi dengan konsep yang sangat modern. Dengan adanya kota ini, saya berharap pemerintah Indonesia dapat terus melindungi hutan yang indah ini dan hidup berdampingan dengan alam,” katanya.
Pengalaman serupa disampaikan pengunjung domestik asal Kalimantan Utara, Sopiansah, yang untuk pertama kalinya mengunjungi IKN.
“Ini kali pertama kami ke IKN. Perjalanan kami ke sini memang sangat jauh, tetapi alhamdulillah sudah dimuluskan, apalagi kami melewati tol. Perjalanan pun terasa bagus dan nyaman. Kita melihat Ibu Kota Nusantara ini memang sangat cantik dan sangat indah,” ungkapnya.
Di tengah tingginya minat kunjungan, pembangunan IKN terus berjalan. Sejumlah infrastruktur pendukung seperti pasar, fasilitas pendidikan, hingga perguruan tinggi seperti Universitas Gunadarma dan Sekolah Taruna Nusantara turut dikembangkan guna memperkuat ekosistem kawasan.
Otorita IKN juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelayanan, termasuk TNI, Polri, Kementerian PUPR, pemerintah daerah Penajam Paser Utara, tenaga kesehatan, pemandu wisata, serta seluruh petugas lapangan yang telah memastikan kelancaran kunjungan masyarakat. (*)



