Tepian News – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memastikan proyek pembangunan Taman Jembatan Mahakam di kawasan Jalan Bung Tomo, Samarinda Seberang tetap berlanjut meski menghadapi keterbatasan anggaran daerah.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan bahwa proyek tersebut tidak dihentikan, melainkan dikerjakan secara bertahap menyesuaikan kemampuan fiskal.
Ia menyebut, hingga kini progres pembangunan baru mencapai sekitar 50 persen dari keseluruhan rencana.
Menurutnya, desain lengkap taman sebenarnya sudah disiapkan sejak awal. Namun, realisasi pembangunan belum bisa dilakukan sekaligus karena keterbatasan anggaran.
“Mudah-mudahan tahun depan 2027 kita akan membangun secara full desain,” ujar Andi Harun.
Di lokasi pembangunan yang berada tepat di bawah Jembatan Mahakam, fasilitas yang tersedia saat ini masih tergolong minim.
Beberapa elemen dasar seperti kursi dan tangga memang sudah terpasang, namun penataan kawasan secara menyeluruh belum terealisasi.
Pemkot Samarinda juga merencanakan integrasi kawasan taman dengan Tempat Pembuangan Sampah (TPS).
Untuk keseluruhan proyek, kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp6 miliar. Namun, pada tahap awal, baru sekitar Rp3 miliar yang dapat dialokasikan.
Andi Harun menjelaskan bahwa strategi pembangunan bertahap dipilih agar proyek tetap berjalan tanpa harus menunggu ketersediaan anggaran penuh.
“Itulah strategi kita. Strategi kita tidak harus berhenti membangun kalau memang uang terbatas. Ya kita bagi dua atau bagi tiga tahap. Yang penting kita bergerak, pelan, tidak berhenti,” jelasnya.
Selain itu, penataan akses keluar-masuk menuju kawasan taman dan jembatan juga akan menjadi bagian dari tahapan pembangunan berikutnya.
Di akhir, Andi Harun berharap adanya dukungan masyarakat agar proyek tersebut dapat segera diselesaikan dan memberikan manfaat bagi warga.
“Kita berharap dukungan masyarakat agar proyek tersebut bisa segera rampung dan memberikan manfaat maksimal bagi warga,” tegasnya. (*)



