Tepian News – Untuk pertama kalinya, Masjid Negara di Ibu Kota Nusantara (IKN) menggelar Salat Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah dengan diikuti ribuan jamaah.
Momen ini menjadi tonggak penting dalam membangun kehidupan sosial dan spiritual di kawasan ibu kota baru tersebut.
Salat Idulfitri berlangsung khidmat dengan imam Ust Ahmad Muzakir, dosen Universitas PTIQ Jakarta.
Sementara khutbah disampaikan oleh Prof HM Abrar Duraesa, Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda.
Dalam khutbahnya, Abrar menekankan bahwa Idulfitri merupakan simbol kemenangan umat Islam setelah menjalani ibadah Ramadan, namun bukan kemenangan atas orang lain.
“Kita merayakan kemenangan, bukan kemenangan atas orang lain, tetapi kemenangan atas diri sendiri. Secara batiniah dan dalam semangat Indonesia, pembangunan Ibu Kota Nusantara juga bertujuan untuk mewujudkan pemerataan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya rasa syukur karena masih diberi kesempatan merayakan hari kemenangan tahun ini, sekaligus mengajak jamaah untuk terus meningkatkan kualitas keimanan.
Selain itu, Abrar berharap umat Islam dapat kembali dipertemukan dengan bulan Ramadan di tahun-tahun mendatang sebagai bagian dari perjalanan spiritual yang berkelanjutan.
Selama Ramadan, Masjid Negara IKN telah aktif menggelar berbagai kegiatan keagamaan, seperti salat berjamaah lima waktu, tarawih, hingga safari Ramadan yang melibatkan masyarakat luas.
Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, turut mengajak jamaah menjadikan Idulfitri sebagai momentum mempererat hubungan sosial.
“Harapan kita tentunya, setelah salat Idulfitri ini, marilah kita bersama memperbaiki hubungan kita dengan Allah SWT dan juga hubungan kita dengan sesama manusia,” ungkapnya.
Pelaksanaan salat Idulfitri perdana ini tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan dan harmoni di Ibu Kota Nusantara sebagai kota yang inklusif dan berlandaskan nilai-nilai kebajikan. (*)



