Pengawasan Diperketat, Dermaga Sungai Kunjang Antisipasi Kapal Kelebihan Muatan Jelang Lonjakan Aktivitas

Tepian News – Pengelola Dermaga Sungai Kunjang Samarinda memperketat pengawasan terhadap operasional kapal penumpang guna mencegah insiden kecelakaan akibat kelebihan kapasitas, terutama di tengah meningkatnya aktivitas transportasi sungai.

Langkah ini dilakukan dengan memastikan seluruh kapal yang melayani rute Samarinda, Kutai Barat, hingga Mahakam Ulu mematuhi aturan keselamatan pelayaran, termasuk batas maksimal muatan sesuai manifes.

Kepala Dermaga Sungai Kunjang, Fadlin, menegaskan bahwa setiap kapal wajib memenuhi standar kapasitas yang telah ditentukan demi menjamin keselamatan penumpang.

“Kami memastikan muatan kapal tidak melebihi batas kapasitas. Ini penting untuk menjamin keselamatan pelayaran,” ujar Fadlin.

Ia juga menambahkan bahwa pelanggaran terhadap ketentuan kapasitas tidak akan ditoleransi, khususnya untuk kapal dengan batas muatan tertentu.

“Kapal angkutan dengan kapasitas maksimal 150 ton dilarang keras membawa muatan melebihi ketentuan,” tegasnya.

Saat ini, terdapat 23 armada kapal yang beroperasi di dermaga tersebut, dengan kapasitas hingga GT 141 atau setara sekitar 150 ton.

Seluruh armada diwajibkan melalui pemeriksaan ketat sebelum keberangkatan, termasuk pengecekan kondisi mesin dan kelengkapan keselamatan.

Selain itu, pengelola dermaga juga memastikan setiap kapal menyediakan jaket pelampung dengan jumlah minimal 125 persen dari total penumpang sebagai bentuk perlindungan tambahan.

“Setiap kapal wajib memenuhi standar keselamatan, termasuk ketersediaan jaket pelampung yang memadai bagi seluruh penumpang,” jelasnya.

Fadlin mengungkapkan, peningkatan pengawasan ini menjadi penting mengingat aktivitas pelayaran di Sungai Mahakam mengalami lonjakan dalam sepekan terakhir.

Data mencatat, Dermaga Mahakam Ulu melayani 15 keberangkatan kapal dengan total 929 penumpang, yang terdiri dari 836 orang dewasa dan 93 anak-anak.

Selain angkutan penumpang, distribusi logistik juga cukup tinggi, mencapai 268 ton barang termasuk kebutuhan pokok.

Dermaga turut melayani penyeberangan 179 unit kendaraan roda dua dalam periode yang sama.

Untuk menjaga kelancaran pelayaran, pihaknya juga terus menjalin koordinasi dengan dermaga lain di wilayah hulu.

“Pengawasan ketat yang dilakukan sebelum kapal lepas sandar diharapkan dapat terus menjamin keselamatan masyarakat yang memanfaatkan transportasi sungai, khususnya untuk konektivitas wilayah pedalaman Kalimantan Timur,” pungkasnya. (*)

 

Bagikan:

Berita Terbaru