Tepian News – Pemkot Samarinda mengambil langkah strategis untuk meningkatkan dana transfer dari pemerintah pusat dengan memperkuat pemutakhiran data sektoral bersama Badan Pusat Statistik (BPS).
Upaya ini dilakukan sebagai respons atas penurunan Dana Bagi Hasil (DBH) dan Dana Alokasi Umum (DAU) yang terjadi secara bersamaan dalam beberapa waktu terakhir.
Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda, Hero Mardanus, menegaskan kualitas data daerah menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi besaran dana transfer yang diterima daerah dari pemerintah pusat.
Oleh karena itu, Pemkot Samarinda berupaya meningkatkan akurasi dan validitas indikator daerah melalui kerja sama yang lebih erat dengan BPS.
“Evaluasi sementara menunjukkan bahwa kelemahan pada sektor pendataan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi besaran dana transfer dari pemerintah pusat,” ujar Hero Mardanus.
Menurutnya, perbaikan kualitas data tidak bisa dilakukan secara parsial. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta untuk aktif berkoordinasi dengan BPS dalam memperbarui berbagai data sektoral yang menjadi indikator pembangunan daerah.
“Kami mengharapkan seluruh OPD membangun komunikasi yang lebih intensif dengan BPS untuk memperbarui data sektoral, mulai dari sektor pertanian, pariwisata hingga kesehatan,” jelasnya.
Selain memperkuat koordinasi internal, Pemkot Samarinda juga berencana melakukan pertemuan dengan Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri.
Langkah ini ditempuh untuk memastikan bahwa seluruh data yang digunakan sebagai dasar penghitungan dana transfer sudah terintegrasi dengan baik.
Hero menambahkan, sinkronisasi data yang akurat diharapkan mampu mendukung optimalisasi dana transfer dari pemerintah pusat sekaligus memperkuat kapasitas fiskal daerah.
“Pertemuan tersebut diharapkan dapat memastikan seluruh data sektoral terintegrasi secara akurat, sehingga bisa mendukung optimalisasi dana transfer dan memperkuat kapasitas fiskal daerah,” tegasnya. (*)



