Tepian News – Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur memastikan seluruh biaya program internet desa gratis ditanggung penuh oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Karena itu, kepala desa diminta tidak menanggapi jika ada pihak yang mengirimkan tagihan dengan mengatasnamakan penyedia layanan (provider).
Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal, menegaskan bahwa program tersebut sama sekali tidak membebani anggaran desa.
Imbauan ini muncul setelah adanya laporan dari sejumlah kepala desa yang menerima tagihan bulanan dari oknum yang mengaku sebagai perwakilan provider internet program Pemprov Kaltim.
“Dari laporan yang kami terima, ada beberapa kepala desa yang mendapatkan tagihan bulanan dari oknum yang mengaku dari provider. Kami tegaskan, untuk program internet desa gratis ini tidak ada pungutan atau tagihan kepada desa,” ujar Faisal.
Ia kembali menekankan agar para kepala desa tidak merespons permintaan pembayaran tersebut dan segera melaporkannya ke Diskominfo Kaltim.
“Jadi tidak ada urusan tagihan ke kepala desa. Kalau ada yang menagih, mohon jangan ditanggapi dan segera laporkan kepada kami,” tegasnya.
Diskominfo mencatat, pada Januari hingga Februari 2026 terdapat dua hingga tiga desa yang melaporkan adanya tagihan mencurigakan tersebut.
Pemerintah provinsi pun memastikan akan menindaklanjuti laporan itu agar tidak merugikan desa.
Faisal juga membuka kemungkinan adanya kekeliruan administratif dari pihak provider. Namun, ia tetap meminta desa untuk tidak melakukan pembayaran dalam bentuk apa pun.
“Kalaupun ada provider yang benar-benar menagih, bisa jadi itu kesalahan administratif. Namun tetap jangan ditanggapi. Semua ditanggung pemerintah provinsi,” jelasnya.
Hingga akhir 2025, program internet desa gratis telah terpasang di 802 desa di Kalimantan Timur. Pada 2026, Pemprov Kaltim kembali melanjutkan pemasangan di 39 desa tambahan.
Saat ini, proses pengadaan untuk 39 desa tersebut masih berjalan melalui e-katalog dan ditargetkan rampung pada Maret 2026. Dengan penambahan itu, total desa penerima manfaat akan mencapai 841 desa.
“Maret ini kita kejar agar 39 desa bisa terpasang, sehingga total 841 desa semuanya sudah teraliri internet desa gratis,” pungkas Faisal. (*)



