Tepian News – Arus investasi ke Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menunjukkan tren positif. Hingga awal 2026, sebanyak 57 perusahaan tercatat telah berkomitmen menanamkan modal dengan total nilai mencapai Rp72 triliun.
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, Basuki Hadimuljono, menyampaikan bahwa angka tersebut merupakan investasi swasta murni yang masuk dalam berbagai sektor pembangunan kawasan.
“Saat ini, sampai dengan awal 2026 sudah ada komitmen dari 57 perusahaan dengan total investasi swasta murni sebesar Rp72 triliun,” kata Basuki Hadimuljono.
Ia menambahkan bahwa tingkat kepercayaan terhadap pembangunan Nusantara semakin meningkat.
“Pembangunan IKN ini juga semakin meningkat dari aspek kepercayaan masyarakatnya termasuk dalam bidang usaha, apalagi dengan adanya Perpres No.79 serta kehadiran Bapak Presiden dan Wakil Presiden,” sambungnya.
Komitmen tersebut diperkuat melalui penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara Otorita IKN dan sejumlah investor.
Beberapa perusahaan yang terlibat di antaranya PT Panca Karya Sentosa, PT Maxi Nusantara Raya, serta PT Borneo Berkah Abadi.
Kerja sama ini mencakup pembangunan fasilitas komersial dan layanan publik di wilayah pengembangan 1A dan 1C. Proyek yang akan digarap meliputi pusat perbelanjaan, kawasan kuliner, hingga fasilitas olahraga.
Seluruh fasilitas tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan harian masyarakat, termasuk aparatur sipil negara (ASN) yang akan bertugas di kawasan Nusantara.
Otorita IKN juga memastikan proses perizinan dan pendampingan bagi investor berjalan lebih cepat dan terstruktur agar realisasi proyek tidak terhambat.
Salah satu investor dari PT Maxi Nusantara Raya, Suni Yuwono Kusbandi, menegaskan bahwa keterlibatan pihaknya bukan semata-mata mengejar keuntungan finansial.
“Kami diberi kesempatan untuk berinvestasi di sektor 1A dan memang lokasinya juga bagus. Kami berkomitmen bahwa ini IKN, kita harus jadi. Maka saya sudah tidak menghitung cuan lagi, Pak. Untung rugi nomor sekian, kita harus bikin ekosistemnya,” ujarnya.
Ke depan, pembangunan fasilitas komersial, sosial, serta infrastruktur pendukung lainnya akan terus didorong guna mempercepat terbentuknya ekosistem perkotaan yang aktif dan berkelanjutan.
Langkah ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan aktivitas ekonomi sekaligus memperkuat daya tarik Nusantara sebagai pusat peradaban baru di Indonesia. (*)



