Tepian News – Pemprov Kaltim mencatat peningkatan signifikan dalam penanganan banjir selama 2025.
Luas kawasan yang berhasil ditangani mencapai 90,92 hektare, naik dibandingkan tahun sebelumnya yang seluas 71,60 hektare.
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menjelaskan bahwa capaian tersebut didukung oleh berbagai program strategis, termasuk normalisasi sungai dan perbaikan sistem drainase di sejumlah daerah.
“Total panjang normalisasi sungai yang kita lakukan tahun lalu mencapai 49.365 meter atau 49 km lebih,” ungkap Rudy Mas’ud.
Ia membandingkan dengan capaian 2024 yang hanya sekitar 34.830 meter. “Tahun 2024, panjang normalisasi sungai hanya sekitar 34.830 meter,” lanjutnya.
Menurutnya, normalisasi sungai tidak hanya difokuskan di kawasan Sungai Karang Mumus, Karang Asam Besar, dan Karang Asam Kecil di Samarinda, tetapi juga menjangkau wilayah lain seperti Bontang, Balikpapan, serta daerah lainnya di Kaltim.
Selain pengerukan dan pelebaran sungai, Pemprov Kaltim juga memperkuat penanganan drainase.
Sepanjang 2025, perbaikan drainase dilakukan sepanjang 6.491 meter, meningkat dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 6.011 meter.
“Kita yakin aliran yang bagus akan segera membawa air ke sungai, sehingga mempercepat berkurangnya genangan dan banjir di permukiman dan jalanan,” jelas Rudy.
Tak hanya fokus pada banjir, Pemprov Kaltim juga melaporkan peningkatan layanan air bersih.
Tambahan kapasitas air baku meningkat dari 102 liter per detik pada 2024 menjadi 628 liter per detik pada 2025, dengan capaian akses air minum layak sebesar 86,53 persen.
Penambahan kapasitas Instalasi Pengolahan Air (IPA) turut dilakukan, dari 710 liter per detik menjadi 960 liter per detik.
“Penambahan luas daerah irigasi terlayani 87 hektare dan panjang saluran irigasi yang dilayani mencapai 21.513 meter,” tegasnya.
Langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemprov Kaltim dalam memperkuat infrastruktur pengendalian banjir sekaligus meningkatkan pelayanan dasar bagi masyarakat di berbagai wilayah. (*)



