Tepian News – Kinerja sektor pariwisata Kalimantan Timur sepanjang 2025 menunjukkan tren menggembirakan.
Pemerintah Provinsi mencatat kenaikan signifikan jumlah kunjungan wisatawan, baik mancanegara maupun nusantara, yang turut berdampak pada membaiknya tingkat hunian hotel di berbagai daerah.
Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, menegaskan bahwa sektor pariwisata kini menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah dan bagian dari transformasi menuju ekonomi hijau dan biru.
“Pengembangan pariwisata bahari, pesisir, ekowisata, dan budaya terus diperkuat sebagai langkah transformasi ekonomi menuju masa depan ekonomi hijau dan biru,” ujar Rudy.
Wisman dan Wisnus Meningkat Tajam
Sepanjang 2025, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) tercatat mencapai 10.437 kunjungan atau melonjak 113,26 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, wisatawan nusantara (wisnus) menembus angka 16,05 juta perjalanan, meningkat 22,62 persen dari 2024.
Kota Samarinda menjadi destinasi utama perjalanan wisnus dengan 4,23 juta kunjungan.
Posisi berikutnya ditempati Balikpapan dan Kutai Kartanegara.
Untuk wisatawan mancanegara, kontribusi terbesar berasal dari kawasan ASEAN.
Negara seperti Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura menjadi tiga penyumbang utama kunjungan wisman ke Kaltim.
“Wisatawan dari kawasan ASEAN menjadi penyumbang utama kunjungan wisman, dengan Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura sebagai tiga negara terbesar,” jelasnya.
Pertumbuhan kunjungan wisata juga berimbas pada sektor perhotelan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Kaltim sempat melampaui angka 50 persen pada April 2025.
Angka tersebut menunjukkan kenaikan signifikan dibandingkan bulan sebelumnya.
“Kondisi ini mencerminkan permintaan akomodasi yang membaik seiring meningkatnya kunjungan wisatawan,” tegas Rudy.
Sebagai langkah strategis, Pemprov Kaltim menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 35 Tahun 2025 tentang Desa Wisata.
Regulasi ini diarahkan untuk memastikan pengembangan pariwisata berjalan terarah, berkelanjutan, serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat desa.
Menurut Rudy, kabupaten dan kota di Kaltim terus didorong menggali potensi unggulan masing-masing, baik pariwisata berbasis bahari dan pesisir maupun potensi daratan seperti ekowisata dan budaya.
“Kabupaten/kota terus kita dorong mengembangkan potensi pariwisata daerah, baik pariwisata berbasis bahari dan pesisir, maupun pariwisata berbasis daratan seperti ekowisata dan budaya,” pungkasnya.
Dengan capaian ini, sektor pariwisata dinilai semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu kekuatan ekonomi unggulan Benua Etam di tengah upaya diversifikasi dan transformasi ekonomi daerah. (*)



