Hilal di IKN Masih di Bawah Ufuk, Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H pada 19 Februari 2026

Tepian News – Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Penetapan tersebut diputuskan dalam sidang isbat setelah mempertimbangkan laporan pemantauan hilal dari berbagai wilayah di Tanah Air.

Di Kalimantan Timur, pemantauan hilal dilaksanakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama setempat di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Namun, hasil rukyatul hilal menunjukkan posisi bulan belum memenuhi syarat visibilitas.

Data dari BMKG Stasiun Geofisika Balikpapan mencatat ketinggian hilal berada di angka minus 1,481 derajat.

Posisi tersebut masih berada di bawah ambang minimal 3 derajat sebagaimana kriteria yang disepakati Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).

Kepala Kanwil Kemenag Kaltim, Abdul Khaliq, menegaskan bahwa hasil pemantauan di daerah tidak secara otomatis menjadi dasar penentuan awal Ramadan.

“Kita tidak dapat memberikan keputusan sendiri. Indonesia ini luas, dari Sabang sampai Merauke. Hasil dari berbagai daerah akan menjadi pertimbangan dalam sidang isbat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak memperdebatkan perbedaan metode dalam menetapkan awal Ramadan.

Menurutnya, pemerintah memadukan dua pendekatan, yakni hisab atau perhitungan astronomi dan rukyatul hilal melalui pengamatan langsung.

Sementara itu, perwakilan BMKG Stasiun Geofisika Balikpapan, Muhammad Fathan, menjelaskan bahwa keberhasilan melihat hilal dipengaruhi berbagai faktor ilmiah.

Selain ketinggian bulan, umur bulan dan elongasi atau jarak sudut bulan terhadap matahari juga menentukan visibilitasnya.

“Meski cuaca cerah, belum tentu hilal dapat terlihat. Ada faktor astronomis lain yang turut memengaruhi, termasuk potensi gangguan awan atau hujan. Karena itu diperlukan perhitungan yang cermat agar tidak terjadi kekeliruan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemerintah menetapkan 96 titik pemantauan hilal di seluruh Indonesia untuk mendapatkan data yang menyeluruh.

Seluruh hasil tersebut kemudian dibahas dalam sidang isbat sebelum pengumuman resmi dilakukan.

Dengan demikian, meskipun hilal di IKN belum terlihat dan masih berada di bawah ufuk, pemerintah tetap menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah pada 19 Februari 2026 berdasarkan keputusan sidang isbat nasional. (*)

Bagikan:

Berita Terbaru