Tepian News – Sebanyak 120 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah Samboja dan Samboja Barat mengikuti lokakarya literasi keuangan digital serta edukasi legalitas produk yang digelar Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI).
Kegiatan ini terbagi dalam dua tahap. Workshop Batch 1 dilaksanakan di Kecamatan Samboja dengan 60 peserta, sedangkan Batch 2 digelar di Kecamatan Samboja Barat dan diikuti 60 peserta lainnya.
Kedua kecamatan tersebut merupakan wilayah delineasi IKN yang berperan strategis sebagai daerah penyangga, meliputi 13 desa/kelurahan di Samboja dan 10 desa/kelurahan di Samboja Barat.
Direktur Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Conrita Ermanto, mengatakan pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM agar mampu bersaing dan berkontribusi terhadap perekonomian kawasan IKN.
“Kami berharap para pelaku UMKM mampu berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi di IKN,” ujar Conrita.
Ia menegaskan, kolaborasi dengan Bank Indonesia menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat di wilayah penyangga.
“Melalui kolaborasi dengan Bank Indonesia, kami berkomitmen terus mendorong pemberdayaan UMKM agar mampu berperan aktif dalam pertumbuhan ekonomi wilayah penyangga dan pembangunan Ibu Kota Nusantara,” tegasnya.
Dalam workshop tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai manajemen keuangan berbasis digital, pemanfaatan platform daring untuk penjualan dan promosi, hingga pemahaman pentingnya legalitas usaha.
Edukasi ini diharapkan mampu menciptakan UMKM yang lebih profesional, akuntabel, dan memiliki daya saing tinggi.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung target pembangunan IKN, termasuk sasaran nol persen kemiskinan pada tahun 2035.
Penguatan ekosistem digital UMKM dinilai strategis karena mencakup fasilitasi penjualan online, promosi usaha, penyaluran insentif, serta berbagai program pelatihan berkelanjutan bagi pelaku usaha lokal. (*)



