Tepian News – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengusulkan pemanfaatan embung milik PT Pertamina yang berada di kawasan Terminal Lawe-Lawe, Desa Girimukti, Penajam, sebagai sumber air baku untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
Bupati Penajam Paser Utara, Mudiyat Noor, menyampaikan bahwa usulan tersebut telah disampaikan langsung kepada pihak Pertamina.
Embung seluas 17 hektare itu direncanakan akan dikelola oleh Perumda Air Minum Danum Taka (AMDT) PPU apabila mendapat persetujuan.
“Kami sudah sampaikan ke Pertamina terkait rencana pemanfaatan embung di kawasan Terminal Lawe-Lawe untuk mensupport kebutuhan air bersih masyarakat,” ujar Mudiyat Noor.
Menurutnya, embung tersebut memiliki potensi besar karena mampu menampung air baku hingga 117.600 meter kubik, sehingga dinilai strategis untuk menunjang layanan air bersih di PPU.
Selain sebagai sumber air baku, embung milik Pertamina tersebut selama ini juga berfungsi sebagai sarana pengendalian banjir di wilayah PPU.
Namun ke depan, pemerintah daerah berharap fungsi embung dapat diperluas untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat.
“Embung milik Pertamina ini sebagai pengendalian banjir. Tetapi, ke depan diharapkan juga bisa dimanfaatkan sebagai sumber air baku Perumda AMDT,” jelasnya.
Mudiyat Noor menambahkan, kebutuhan air bersih di PPU terus mengalami peningkatan, terutama seiring dengan perkembangan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berdampak pada pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi.
Melalui pemanfaatan embung tersebut, Pemkab PPU berharap cakupan layanan air bersih dapat ditingkatkan secara bertahap dan berkelanjutan.
“Diharapkan embung ini bisa mendukung percepatan cakupan layanan air bersih bagi masyarakat PPU,” tegas Mudiyat Noor. (*)



