Kaltim Perkuat Peran sebagai Motor Ekonomi IKN, Fokus Pangan dan Industri

Tepian News – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menegaskan kesiapan daerahnya untuk menjadi penggerak utama ekonomi kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Peran strategis ini diarahkan melalui penguatan sektor pangan, industri manufaktur, logistik, hingga jasa sebagai fondasi transformasi ekonomi regional.

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menyatakan bahwa posisi geografis dan potensi sumber daya menjadikan Kalimantan Timur sebagai simpul ekonomi yang terintegrasi dengan pembangunan IKN.

Menurutnya, Kaltim tidak hanya berfungsi sebagai daerah penyangga, tetapi juga sebagai pusat aktivitas ekonomi yang menopang keberlanjutan ibu kota baru.

“Kaltim berada pada posisi strategis sebagai penggerak ekonomi kawasan. Karena itu, kebijakan daerah mitra IKN difokuskan pada penguatan klaster ekonomi dan pemerataan pembangunan antarwilayah,” ujar Seno Aji dalam keterangannya.

Ia menambahkan, percepatan pembangunan kawasan IKN membutuhkan keselarasan kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah.

Sinkronisasi tersebut dinilai penting agar arah pembangunan sejalan dengan potensi lokal yang dimiliki setiap wilayah.

“Kita membutuhkan sinkronisasi kebijakan antara pusat dan daerah supaya pembangunan IKN tidak berjalan sendiri, tetapi selaras dengan kebutuhan dan karakter daerah,” katanya.

Dalam strategi pengembangan wilayah, Pemprov Kaltim menetapkan pembagian peran tematik antar daerah.

Kabupaten Kutai Kartanegara diproyeksikan sebagai basis pertanian, ketahanan pangan, dan ekowisata. Sementara Kabupaten Penajam Paser Utara diarahkan menjadi kawasan industri pendukung IKN.

Seno Aji juga menyebutkan bahwa Kota Samarinda akan dikembangkan sebagai simpul industri dan logistik, sedangkan Balikpapan serta wilayah mitra lainnya diarahkan untuk memperkuat sektor energi, permukiman, serta jasa.

“Pembagian klaster ini disesuaikan dengan potensi masing-masing daerah. Dengan begitu, setiap wilayah memiliki peran yang jelas dalam mendukung IKN,” tegasnya.

Di sektor pangan, Pemprov Kaltim menargetkan swasembada beras pada tahun 2026. Seno Aji mengungkapkan bahwa tingkat kemandirian pangan daerah mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

“Dulu kemandirian pangan kita hanya sekitar 30 persen, sekarang sudah naik menjadi 60 persen. Ini menunjukkan bahwa arah kebijakan pangan mulai menunjukkan hasil,” ungkapnya.

Selain pangan, arah pembangunan ekonomi Kaltim juga difokuskan pada penguatan industri manufaktur dan sektor jasa.

Langkah ini dipandang sebagai bagian dari transformasi ekonomi untuk mengurangi ketergantungan pada sektor ekstraktif.

Di sisi lain, Otorita IKN memberikan apresiasi terhadap strategi pembangunan yang disusun Pemprov Kaltim.

Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Otorita IKN, Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi, menilai target swasembada pangan sebagai indikator kesiapan Kaltim dalam mendukung rantai pasok IKN.

“Ketika saya pertama datang ke kawasan ini, kebutuhan dasar saja masih banyak dipasok dari luar. Itu tentu harus diubah,” ujar Thomas.

Ia juga mengingatkan bahwa persaingan antar daerah mitra IKN semakin terbuka seiring meluasnya wilayah pendukung. Meski demikian, Kalimantan tetap menjadi mitra prioritas dalam pembangunan IKN.

“Persaingan antardaerah memang semakin terbuka, tetapi Kalimantan tetap kami tempatkan sebagai mitra prioritas dalam pengembangan IKN,” pungkasnya. (*)

Bagikan:

Berita Terbaru