Pemprov Kaltim Tetapkan Dua Lokasi Bangun Infrastruktur Pengelolaan Jasa Tambat Kapal di Sungai Mahakam

Tepian News – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai mengkaji peluang peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengelolaan jasa tambat kapal di Sungai Mahakam.

Dua titik strategis disiapkan sebagai lokasi awal pengembangan fasilitas tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim, Yusliando, menyampaikan bahwa rencana pembangunan fasilitas tambat kapal akan dilakukan secara bertahap dan dijadwalkan mulai bergulir pada 2026.

Sungai Kunjang dan Sungai Lais dipilih sebagai lokasi prioritas karena status lahannya merupakan aset milik Pemprov Kaltim.

Menurutnya, Sungai Mahakam memiliki nilai ekonomi yang besar dan selama ini pengelolaannya berada di bawah kewenangan Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) dengan melibatkan Pelindo.

Ke depan, pemerintah daerah ingin turut memperoleh manfaat ekonomi dari aktivitas transportasi sungai tersebut.

“Investasi yang dibutuhkan cukup besar, sehingga pembangunannya tidak bisa dilakukan sekaligus. Pemilihan dua lokasi ini juga mempertimbangkan kepemilikan lahan yang merupakan aset daerah,” ujar Yusliando.

Dalam skema pengelolaannya, Pemprov Kaltim berencana menerapkan pola kerja sama business to business (B2B).

Perusahaan Daerah Melati Bhakti Satya (MBS) akan diproyeksikan sebagai mitra kerja sama dengan KSOP, meski proses penetapannya masih berjalan.

“Penunjukan MBS sebagai pengelola jasa tambat kapal ditargetkan paling lambat 2027. Saat ini, skema kerja samanya masih dalam tahap pembahasan,” jelasnya.

Sementara itu, perencana teknis proyek, Ahmad Maslihuddin, mengungkapkan bahwa pada tahap awal fasilitas tambat kapal di kedua lokasi akan dirancang dengan kapasitas besar.

Di kawasan Sungai Kunjang direncanakan pembangunan enam unit dolphin, sedangkan di Sungai Lais sekitar 10 unit.

Setiap dolphin dirancang mampu menampung kapal hingga tiga lapis dengan sistem rafting, sehingga kapasitas tampung kapal dinilai cukup signifikan.

Meski demikian, hingga kini proyek masih berada pada tahap perencanaan teknis dan penyesuaian anggaran, sehingga pekerjaan fisik belum dimulai.

“Target awalnya ada 20 titik tambat di dua lokasi. Saat ini desain konstruksi kami sederhanakan agar target tersebut bisa tercapai. Harapannya, pembangunan dapat rampung pada akhir 2026,” pungkas Ahmad. (*)

Bagikan:

Berita Terbaru