Tepian News – Otorita Ibu Kota Nusantara memastikan kesiapan layanan dasar, salah satunya pengoperasian Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) berkapasitas hingga 74 ton limbah rumah tangga per hari, dalam rangka menjelang pemindahan Aparatur Sipil Negara (ASN) ke Nusantara.
TPST 1 di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara dirancang sebagai fasilitas pengelolaan sampah terpadu yang menggabungkan proses pemilahan, pengurangan kadar air, hingga pengolahan berbasis teknologi termal, serta diproyeksikan sebagai percontohan nasional pengelolaan sampah modern.
Manajer PT Bina Karya untuk Operation & Maintenance (OM) TPST 1, Harun menjelaskan fasilitas ini menjadi langkah awal penerapan sistem pengelolaan sampah berbasis waste to energy di Nusantara, yang terdiri dari bangunan pengolahan fisika dan bangunan pengolahan termal.
“TPST 1 IKN dirancang untuk menampung sampah dari KIPP dan wilayah sekitarnya. Proses pengelolaan dilakukan melalui dua bangunan utama, yaitu Bangunan Pengelolaan (BP) 1 dan 2, dengan bangunan pengolahan fisika dan pengolahan termal. Dengan kapasitas desain awal tersebut, mampu mendukung hingga 2 x 30 ton sampah per hari melalui inovasi waste to energy,” ujar Harun.
Harun menambahkan TPST 1 KIPP Nusantara telah disiapkan untuk mendukung pertumbuhan hunian dan populasi di IKN, sekaligus menjadi rujukan pengelolaan sampah berbasis energi di tingkat nasional.
“Seiring bertambahnya hunian dan populasi di IKN, TPST 1 KIPP siap menghadapi kebutuhan tersebut. Harapannya, sistem waste to energy ini dapat menjadi contoh pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dan dapat diterapkan di berbagai kota besar di Indonesia,” jelasnya.
Hal ini pun ditegaskan kembali Project Officer Direktorat PGKP untuk OM TPST 1, Alifriyanto, yang menyampaikan pengoperasian TPST tersebut membawa dampak bagi kawasan Nusantara, bukan hanya dalam sektor lingkungan tetapi bagi keberlanjutan kesejahteraan masyarakat sekitarnya.
“TPST 1 KIPP IKN ini turut dirancang dengan melibatkan penduduk sekitar kawasan IKN sebagai tenaga kerja sehingga memberikan dampak dan manfaat sosial. Selain itu, kami juga berharap dengan adanya fasilitas TPST ini, mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat secara bertahap khususnya dalam pengelolaan sampah yang bertanggung jawab,” ungkapnya. (*)



