Tepian News – Pemerintah merencanakan pembangunan PLTS + BESS kapasitas 628 MW, PLTA 1.251 MW, dan PLT Biomassa 10 MW, sebagai bagian dari peningkatan pembangkit berbasis energi terbarukan (Renewable Energy/RE) sebesar 1,81 GW di wilayah Kaltim dan Kalimantan Utara (Kaltara).
Bambang Arwanto, Kepala Dinas ESDM Kaltim, mengatakan pembangunan energi terbarukan ini bagian dari target nasional energi hijau yang saat ini dikebut di berbagai daerah.
“Jadi target kita ini lebih optimis rata-rata di atas harga nasional 79 persen, sekarang memang kita usahakan bagaimana sinergi itu bisa terwujud,” kata Bambang Arwanto.
Menurutnya, pemanfaatkan energi hijau ini akan membawa efek jangka panjang pada sektor lingkungan dan pendapatan daerah.
“Sektor energi Kaltim kini turut ditopang oleh berbagai fasilitas modern. Memang kita terbantukan dengan adanya banyak refinery kita yang memproduksi B40 dan sebagainya yang membuat angka itu meningkat,” jelasnya.
Meski begitu, peralihan ini tidak lepas dari dampak sosial, terutama bagi tenaga kerja sektor pertambangan. Pemerintah pun menyiapkan langkah mitigasi ekonomi.
“Kaltim punya 15 sektor yang dikembangkan dalam RPJMD untuk bagaimana bertransformasi ini tidak meninggalkan pengangguran bagi pekerja pertambangan dan energi. Terutama tadi yang kita kejar itu perkebunan kelapa sawit dan turunannya,” tegasnya. (*)



