Tepian News – Pemkot Samarinda berupaya mempercepat realisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menyiapkan dua lokasi yang akan dibangun dapur besar SPPG.
SPPG ini nantinya akan menjadi dapur besar penyedia makanan bergizi gratis bagi peserta didik di Kota Tepian.
Eva Prasusani, PPK Pelaksanaan Prasarana Strategis Kaltim dari Kementerian PUPR, menjelaskan pembangunan SPPG di Kalimantan Timur menggunakan desain modular tipe I (20×20 meter) dengan struktur baja ringan dan standar higienitas tinggi.
“Khusus untuk Samarinda, terdapat lima titik lokasi yang diusulkan untuk pembangunan SPPG,” ungkap Eva Prasusani.
Dari hasil asesmen lapangan, dua lokasi di Kecamatan Sungai Pinang dan Tanah Merah, telah dinyatakan memenuhi kriteria serta mendapat persetujuan bersama Kementerian Dalam Negeri.
Eva menekankan pentingnya pemenuhan seluruh persyaratan teknis dan administrasi sebelum pembangunan dimulai, mulai dari ketersediaan air bersih, kesiapan ruang fungsional (gudang, dapur, area penyajian), hingga kelengkapan dokumen PBG, SPPL, SLF, dan SLO.
“Dukungan Pemkot Samarinda sangat penting, khususnya dalam penyediaan lahan dan percepatan perizinan agar pelaksanaan proyek berjalan tepat waktu,” jelasnya.
Sementara itu, Kabag Aset BPKAD Samarinda, Yusdiansyah, melaporkan lahan di Sungai Pinang sudah bersertifikat, sementara lahan di Tanah Merah masih dalam proses sertifikasi.
Dalam arahannya, Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menekankan pentingnya ketersediaan listrik dan pasokan air PDAM, serta mengingatkan agar tidak menggunakan sumur bor demi menjaga keberlanjutan sumber air bersih.
“Jika hasil survei menyatakan lokasi layak, Pemkot siap mempercepat seluruh proses perizinan agar pembangunan segera dimulai,” kata Saefuddin Zuhri.
Satu unit SPPG ditargetkan mampu memproduksi hingga 3.000 porsi makanan bergizi setiap hari bagi peserta didik dari tingkat SD hingga SMA/SMK di wilayah Samarinda.
“Selanjutnya Satgas MBG dan jajaran Pemkot Samarinda akan melakukan peninjauan lapangan ke dua lokasi terpilih untuk memastikan kesiapan lahan serta sarana pendukung sebelum pembangunan dimulai,” tegasnya. (*)



