Tepian News – Anhar, Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, menyoroti besarnya besarnya APBD Samarinda pada tahun 2025 yakni sebesar Rp5,8 triliun.
Dengan APBD 2025 sebesar Rp5,8 triliun, justru tidak dibarengi dengan pemerataan layanan air bersih di seluruh daerah Kota Tepian.
“Kita menyoroti masih adanya kawasan yang belum terlayani pasokan air bersih, meski anggaran pembangunan kota meningkat setiap tahun,” kata Anhar.
Anhar mencontohkan nasib warga Kelurahan Bukuan yang hingga kini belum pernah menikmati layanan Perumdam Tirta Kencana.
“Bertahun-tahun warga Bukuan belum merasakan air bersih. Padahal APBD Samarinda nilainya triliunan. Ini bukti bahwa kebutuhan mendasar masyarakat belum benar-benar diprioritaskan,” jelasnya.
Menurutnya, kondisi ini mencerminkan lemahnya keberpihakan kebijakan publik terhadap kesejahteraan warga.
“Pemerintah tidak boleh berlindung di balik alasan teknis atau administratif. Jika warga belum mendapat air bersih, itu adalah kegagalan pelayanan publik yang harus segera diperbaiki,” sebutnya.
Anhar mendorong pemerintah daerah mencari solusi agar layanan air bersih dapat seluruhnya diterima masyarakat Kota Tepian.
“Perencanaan pembangunan harus lebih fokus pada kebutuhan riil masyarakat, terutama pemenuhan akses air bersih yang hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah di sejumlah wilayah pinggiran,” tegasnya. (adv)



