Tepian News – Mohammad Novan Syahronny Pasie, Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, menyoroti temuan ada tiga sekolah di Kota Tepian mengalami kerusakan serius.
“Kita menyoroti buruknya kondisi infrastruktur sejumlah sekolah di Samarinda, dari bangunan kayu hingga kerawanan longsor dan banjir,” kata Mohammad Novan Syahronny Pasie.
Novan menekankan pihaknya ingin memastikan rencana penanganan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda, dilakukan dalam waktu dekat.
“Kita mendorong agar perbaikan itu benar-benar dijalankan dalam waktu dekat atau justru molor ke tahun depan,” jelasnya.
Novan juga menyoroti lambatnya deteksi dini kerusakan. Padahal setiap kepala sekolan dapat menyampaikan langsung sejumlah kerusakaan kepada Disdikbud Samarinda.
“Kalau tidak ditanggapi, bisa datang ke DPRD. Jangan tunggu sampai ramai dulu baru heboh,” sebutnya.
Pihaknya di dewan juga mempertanyakan efektivitas penggunaan dana BOS di sekolah-sekolah bermasalah.
Menurutnya, dana BOS memang tidak akan cukup untuk menangani kerusakan besar, apalagi jika bangunannya mayoritas berbahan kayu.
“Saya lihat sendiri, bangunan kelas masih kayu tapi pagar sekolahnya sudah beton. Ini kan janggal. Jumlah siswanya pun hanya sekitar 160-an. Mungkin perlu dipikirkan solusi jangka panjang, seperti penggabungan atau relokasi,” tegasnya.
“Intinya kerusakan ini harusnya sudah terdeteksi sejak awal. Bukan menunggu ambruk dulu baru bergerak,” pungkasnya. (adv)



