Tepian News – Beberapa waktu lalu, terjadi kebakaran di Pasar Segiri Samarinda, dan menghanguskan sedikitnya tiga kios penjual.
Menyoroti hal tersebut, Arif Kurniawan, Wakil Ketua Komisi III DPRD Samarinda, menyebut kembakaran di Pasar Segiri turut dipengaruhi oleh bangunan rentan dan kabel listrik yang tidak sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).
“Kebakaran yang terjadi berulangkali, harus jadi perhatian serius. Mulai dari kondisi bangunan rentan dan kabel listrik yang tidak sesuai SNI meningkatkan risiko terjadinya peristiwa ini,” kata Arif Kurniawan.
Dirinya juga menyampaikan keprihatinannya kepada para pedagang yang menjadi korban.
“Musibah kebakaran ini kita turut prihatin kepada korban para pedagang yang lapaknya terbakar,” lanjutnya.
Untuk itu, dirinya mendorong agar sosialisasi kesadaran keselamatan dilakukan secara berkala dengan pengawasan yang terjadwal.
“Peringatannya harus berkala, bukan hanya sekali. Harus ada timeline dan pengawasan yang terstandar,” jelasnya.
Arif juga mendukung penuh rencana rehabilitasi Pasar Segiri. Dengan direhabilitasinya pasar tradisional ini diharapkan dapat meningkatkan kemananan dan kenyamanan para pedagang dan masyarakat.
“Rehabilitasi Pasar Segiri perlu dirancang dan disosialisasikan kepada pedagang agar tujuan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan dapat tercapai tanpa membebani mereka secara ekonomi,” paparnya.
“Jangka pendeknya, korban dibantu dan pasar direhabilitasi. Setelah itu, rencana pembangunan disosialisasikan, desainnya disesuaikan, dan biayanya jangan sampai memberatkan pedagang,” tegasnya. (adv)



